Acara Peringatan Hari Cuci Tangan Sedunia Tidak Berizin

Kapolsek Ilir Barat (IB) I Palembang Kompol Handoko. Foto/net

Palembang- Kapolsek Ilir Barat (IB) I Palembang Kompol Handoko secara tegas mengatakan kegiatan acara memperingati Gerakan Cuci Tangan Sedunia yang diselenggarakan di Kambang Iwak (KI) Park tidak ada izin dari pihak kepolisian.

“Sampai sekarang belum ada kordinasi pengaman dengan kita. Tidak ada izin dari pihak kepolisian, otomatis tidak ada pengamanan,” katanya saat dimintai konfirmasi melalui sambungan telpon, Kamis (19/10) petang.

Lebih lanjut, Handoko mengatakan kedepan pihaknya  akan memanggil pihak penyelenggara acara yang diikuti oleh ribuan pelajar se Kota Palembang tersebut untuk dimintai keterangan.

“Kita akan panggil mereka untuk dimintai keterangan mengenai kegiatan tersebut. Baik dari pihak penyelenggara, maupun pihak sekolah SMPN 5 dan SMPN 2,” jelasnya.

Ditambahkannya, saat ini korban masih berada di Rumah Sakit (RS) AK Gani Palembang untuk mendapatkan perawatan itensif luka tusuk di bagian pundak belakangnya.

“Untuk sementara masih pelaku tunggal, sedangkan rekannya kita jadikan saksi. Ada beberapa saksi yang sudah kita periksa, seperti orangtua korban dan temannya,” ujar Kapolsek.

Seperti diberitakan sebelumnya, Acara peringatan Hari Gerakan Cuci Tangan Dengan Sabun Sedunia yang diselenggarakan Pemkot Palembang di Kambang Iwak (KI), Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang, Rabu (18/10) sekitar pukul 08.00 WIB, berujung petaka. Darah tumpah, selepas terjadinya bentrokan pelajar.

Eric Valensia (14), pelajar Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 5 Palembang harus dilarikan ke Rumah Sakit (RS) AK Ghani Palembang. Ia mengalami luka tusukan di pundak saat menghadiri acara yang diikuti ribuan siswa se Kota Palembang tersebut.

Korban ditikam pelajar SMPN 2 Palembang berinisial W (14) dengan menggunakan senjata tajam (sajam) jenis pisau yang berbentuk ikat pinggang. Korankito.com/depe