Shabu Senilai Rp. 1,6 M Asal Aceh, Gagal Beredar Di Palembang

Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono, didampingi Kasat Narkoba Kompol Achmad Akbar dan Wakasat Narkoba AKP Sobur saat memperlihatkan barang bukti shabu dari tersangka. Foto/adi

Palembang- Setelah melakukan pengintaian, dan penyelidikan selama hampir dua minggu lamanya. Satuan Reserse Narkoba Polresta Palembang pimpinan Kasat Narkoba Kompol Ahmad Akbar kembali berhasil meringkus seorang diduga pengedar narkoba jenis sabu di kota Palembang, Minggu (16/10), sekitar pukul 15.00 WIB.

Herman alias Aping (59), warga jalan Kebun Bunga Kecamatan Sukarami, Palembang ini. Tak dapat berkutik saat petugas mendapati narkoba jenis shabu dari tangannya sebanyak 10 paket narkotika jenis shabu, masing-masing seberat 100 gram, dengan berat bruto keseluruhan 1 kilogram yang dibungkus dengan bungkus Indocafe Cappuccino.

Selain mengamankan Herman (tersangka,red), dan barang bukti shabu, petugas juga berhasil mengamankan 1 unit sepeda motor Honda Revo dan 1 unit Handphone (HP) milik pelaku yang digunakannya untuk bertransaksi barang haram tersebut.

Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono mengatakan, tertangkapnya tersangka ini berawal dari adanya informasi masyarakat yang mengatakan akan ada transaksi narkoba jenis sabu dikawasan Jalan Ariodillah, Kelurahan 20 Ilir Kecamatan Ilir Timur (IT) I Palembang.

Mendapat laporan dari masyarakat tersebut, petugas dari Satres Narkoba Polresta Palembang pun langsung melakukan pengintaian dan penyelidikan, dan akhirnya berhasil menangkap tersangka.

“ Tersangka H ini, tertangkap saat sedang melintas di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan menggendarai sepeda motor miliknya, dan saat dilakukan pemeriksaan petugas berhasil menemukan narkotika jenis shabu seberat 1 KG,” kata Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono saat didampingi Kasat Narkoba Polresta Palembang Kompol Achmad Akbar dan Wakasat Narkoba AKP Sobur, Senin (16/10) sore.

Diakuinya, kalau pihaknya masih akan melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya yakni MS yang masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“ Ya, shabu ini rencananya akan diedarkan diwilayah Kota Palembang, dan barang tersaebut berasal dari Aceh,” terangnya.

Saat ditanya awak media berapa jumlah nominal uang untuk shabu seberat 1 Kg tersebut. orang nomor satu dikepolisian Kota Palembang ini pun mengatakan. Kalau untuk shabu seberat 1 Kg ini bisa mencapai Rp 1,6 M. “ Ya, bisa mencapai Rp 1,6 M,” jelasnya.

Saat ini tersangka sudah mendekam disel tahanan sementara Mapolresta Palembang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.  “ Atas ulahnya, tersangak akan kita jerat dengan Pasal 112 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman seumur hidup.” Tegasnya.

Sedangkan tersangka Herman, saat dimintain keterang oleh awak media dirinya mengaku kalau pekerjaan yang ia jalani ini ialah yang kedua kalinya, mengambil pesanan narkoba. Namun dirinya disuruh seseorang untuk mengantarkan narkoba terus.

“ Saya diupah diupah Rp 5 juta Pak, untuk sekali antar barang tersebut, untuk yang pertama kali saya berhasil mengantar sabu pada tahun 2016 ke kawasan Plaju dan diupah Rp 10 juta,” katanya

Diakuinya, kalau dirinya tergiur dengan keuntungan yang besar dari upah mengantar barang haram tersebut. “  Terpaksa Pak, tidak ada pekerjaan lagi, dan upahnya cukup besar Pak,” ungkap kakek dengan dua orang cucu ini. Korankito.com/CR2/Depe