Ditipu Polisi Gadungan, Rohaini Lapor Polisi

Rohaini saat membuat laporan di SPKT Polresta, kemarin. Foto/cr2

 

Palembang-  Banyak cara yang dilakukan oleh para pelaku kejahatan untuk menipu korbannya, mulai dari modus mendapatkan undian hadiah, sampai dengan mengaku anggota polisi yang melakukan penangkapan dan hendak berdamai.

Hal inilah yang dialami oleh Rohaini (43) warga yang tercatat tinggal Jalan Perindustrian II, Kelurahan Kebun Bunga Kecamatan Sukarami Palembang.

Dimana korban harus merelakan uang miliknya sebesar Rp3,1 juta melayang, setelah ditipu oleh seorang mengaku polisi yang telah menangkap anaknya karena kasus narkoba.

Tak terima dengan apa yang telah dialaminya, dengan ditemani anaknya dirinya pun mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT)  Polresta Palembang, Jum’at (13/10) sore.

Kepada petugas, Rohaini menceritakan kejadiannya berawal saat ia baru pulang dari bekerja sebagai buruh cuci. Ditengah perjalanan korban mendapatkan telepon dari seorang pria yang mengaku sebagai anggota Polsek Sukarami yang telah menangkap anaknya karena terlibat narkoba.

” Anak saya itu masih kelas 3 SMK pak,” katanya saat memberikan keterangan kepada petugas.

Diakuinya, kalau pria yang mengaku polisi tersebut meminta uang damai kepada dirinya sebesar Rp20 juta

” Dia (pelaku, red)  juga meminta teleponnya untuk tidak dimatikan serta jangan beritahu siapa-siapa, dan meminta uang damai sebesar Rp20 juta. Karena tidak ada uang saya pun melakukan nego dan akhirnya dia meminta uang sebesar Rp.  3 juta serta meminta diberikan pulsa Rp100 ribu, ” jelas.

Karena takut anaknya terjerat dengan kasus hukum serta masuk penjara,  lantas dirinya pun mencari uang pinjaman untuk memberikan uang terusan yang diminta oleh pelaku tersebut.

” Anak saya ini tak banyak ulah pak,  dan saya pun meminjam uang kepada tetangga dan mentransferkannya ke nomor rekening Bank BRI dengan Nomor rekening 353501028601535 a/n Ahyar Efendi, ” ungkapnya.

Setelah mentransfer,  lanjutnya.  Ia pun menelpon anaknya untuk menanyakan keberadaannya. ” Ketika saya telpon ternyata anak saya ada disekolah pak, ” katanya.

Merasa telah tertipu dirinya pun melaporkan kejadiannya yang dialami ke pihak berwajib. ” Saya tak terima pak, tangkap saja pelakunya.  Uang yang saya pakai ini dari gaji saya sebagai tukang cuci dan minjam, ” kesalnya.

Sementara,  Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara SIK melalui KA SPK Ipda Dennie membenarkan kalau pihaknya telah menerima laporan dari korban dengan dugaan penipuan.

” Laporannya sudah kita terima dan selanjutnya akan kita serahkan ke Unit Reskrim Polresta Palembang untuk ditindak lanjuti,” singkatnya. korankito.com/CR2/depe