Dituntut Seumur Hidup, Iqbal Hanya Pasrah

 

M. Iqbal (28) ketika menjalani persidangan dalam rangka pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum. Foto/depe

Palembang- M Iqbal alias Iqbal (28), terdakwa kasus kepemilikan narkoba jenis shabu seberat 1.914,14 gram dan 19 kantong berisikan belasan ribu pil ekstasi menjalani persidangan yang beragendakan pembacaan tuntutan dari JPU Neni Karmila.

Dalam persidangan tersebut, pria yang tinggal di Jalan Ahmad Yani, Lorong KA Masjid, Kelurahan 9-10 Ulu, Kecamatan SU I Palembang tampak pasrah setelah dituntut hukuman mati oleh JPU.

“Berdasarkan keterangan saksi dan barang bukti yang dihadirkan, terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 112 Ayat 2 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” kata JPU Neni Karmila membacakan tuntutan di persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Rabu (11/10) siang.

Neni mengatakan, perbuatan terdakwa sudah meresahkan masyarakat dan tidak mendukung program pemerintah dalam hal memberantas peredaran narkoba. Ia menyebutkan, yang meringankan terdakwa, yakni Iqbal mengakui perbuatannya dan menyesal. “Terdakwa juga belum pernah dihukum,” tambahnya.

Atas tuntutan tersebut, terdakwa melalui penasehat hukum dari Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Sejahtera Palembang Wanida akan mengajukan pledoi atau pembelaan serta berharap keringanan dari majelis hakim.

“Kita akan buat pledoi bagi terdakwa, kami berharap nanti ada keringanan hukuman bagi klien kami. Kita pasrah, dengan tuntutan dan menghormati prosed hukum yang berlaku,” ujarnya.

Ketua Majelis Hakim Saiman mengungkapkan, setelah jaksa membacakan surat tuntutan, terdakwa masih memiliki hak untuk menyatakan pledoi atau pembelaan.

“Sekaligus, upayanya untuk memohon keringanan ke majelis hakim. Saya minta pledoi terdakwa sudah siap pekan depan,” kata pria yang yang menjabat sebagai Humas PN Palembang ini.

Sebelumnya, terdakwa ditangkap Rabu (26/4) sekitar pukul 17.00 di halaman parkir Hotel Maqdis, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan SU I Palembang. Ketika diamankan, tersangka membawa tas ransel, dan setelah dibuka terdapat terdapat 2 paket besar sabu seberat 1.914,14 gram. Serta 19 bungkus narkotika jenis ekstasi.

Dari ke 19 paket tadi, terdiri dari 9 paket ekstasi logo poundsterling warna biru sebanyak 8.663 butir atau setara 2.284,08 gram. Berikutnya 4 bungkus ekstasi logo Pousnterling warna hijau sebanyak 3.836 butir dengan berat 1.024,30 gram, enam bungkus lainnya berisi ekstasi logo Dollar warna kuning sebanyak 4.915 butir atau setara dengan 1.334,23 gram.

Dari pengakuan terdakwa, barang tersebut milik RO (DPO) dan terdakwa hanya disuruh untuk mengantarkannya ke anak buah Mundit. Korankito.com/Depe