Dirampok Dengan Senpira, Edi Kehilangan Uang Rp30 juta

Petugas memeriksa mobil yang dirampok. Foto/adi

Palembang- Kawanan bandit jalanan kembali melancarkan aksinya. Kali ini, Edi (40) yang merupakan Kepala Cabang PT Petro Artha Indo ini harus merelakan uang operasional perusahaan sebesar Rp30 Juta, digondol para perampok yang berjumlah empat orang dengan menggunakan senjata api rakitan (senpira) dan pisau.

Kepada wartawan, Edi mengatakan kejadiannya berawal ketika ia usai mengambil uang di salah satu bank swasta yang di kawasan Celentang, Kecamatan IT II Palembang dengan mengendarai mobilnya. Saat dalam perjalanan, tiba-tiba ban kendaraannya mengalami pecah, namun dikarenakan sudah dekat korban pun memaksakan berjalan.

Setibanya di depan kantornya, satu orang pelaku melemparkan benda kearah kaca sebelah kanan mobil korban, hingga mengakibatkan pecah seribu. Melihat hal itu, Edi pun keluar melalui pintu sebelah kiri, akan tetapi satu orang pelaku langsung mengejar korban seraya membawa senjata tajam (sajam) jenis pisau.

Kala itulah, pelaku lainnnya mengambil uang tunai yang diletakkan korban di dalam book antara kursi penumpang dan sopir.

“Melihat salah satu pelaku membawa senpira, saya keluar dari pintu sebelah kiri. Tidak tahunya dari sebelah kiri ada satu lagi pelaku, lalu saya melarikan diri dikejar dengan menggunakan pisau. Pelaku yang membawa senpira masuk dalam mobil mengambil uang,” katanya saat ditemui di lokasi kejadian, Kamis (12/10) petang.

Merasa terancam lalu teriak rampok para sopir yang ada di samping kantor hendak mengejar, tetapi satu pelaku menembakkan senjata api rakitan ke atas. “Mengetahui ada senpira tidak ada yang berani melawan, lalu pergi dengan menggunakan sepeda motor. Setelah meletuskan Senpiranya ke atas,” ujarnya.

Ia menambahkan, para pelaku berjumlah empat orang dengan menggunakan dua buah sepeda motor, helm, senjata api, serta sebilah pisau. “Sementara dua pelaku lagi menunggu dimotor. Uang itu untuk dipergunakan operasional kendaraan,” katanya.

Hal yang sama juga dikatakan, Yuhardi (37) salah satu sopir mengatakan, mengetahui bosnya teriak rampok dirinya dan teman-teman keluar. Saat mau mengejar, pelaku mengacungkan senjatanya ke atas lalu diletuskannya satu kali. “Saya ngedrop pelaku mengacungkan senjata ke arah kami,” katanya.

Pada saat kejadian tersebut pelaku berjumlah empat orang dua beraksi sementara dua orang lagi berada di atas motor, dengan menggunakan helm tertutup. “Setelah meletuskan satu kali ke atas lalu para perampok mampu melarikan diri,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek IT II Kompol Hadi Wijaya membenarkan adanya perampokan yang terjadi di kawasan IT II, saat ini masih dalam peyelidikan. “Saat ini masihengumpulkan data dan saksi-saksi guna peyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya. Korankito.com/adi/depe