Bisa Dipercaya

Buron Lima Bulan, Tersangka Begal Diringkus

RINGKUS–Theo saat berada di ruang piket Unit Ranmor Polresta Palembang . Foto/cr2

Palembang- Setelah sempat buron selama lima bulan lamanya, akhirnya Theo Rahmad Tama (23) warga Jalan Irigasi Pakjo, Kecamatan IB I Palembang satu dari tiga pelaku aksi kejahatan dengan kekerasan (Curas) atau begal berhasil ditangkap oleh Satreskrim Polresta Unit Tekab 134.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya petugas pun menggelandang tersangka ke Mapolresta Palembang berikut barang bukti berupa sepeda motor Verza milik korbannya.

Berita Sejenis

Ditinggal Belanja, Motor Kesayangan Raib

Neru Dibekuk Polisi Saat Curi Motor

Pencuri Motor di Area JSC Dihadiahi Timah Panas

1 daripada 59

Tertangkapnya Theo (pelaku, red) berkat adanya laporan dari korbannya Ami Yudistira (23), warga Jalan Gotong Royong Kelurahan Demang Lebar Daun Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang.

Adanya laporan tersebut, langsung ditindak lanjuti dan dilakukan pengintaian oleh petugas, dan akhirnya berhasil meringkus pelaku saat sedang berada dikediamannya. Senin (9/10).

Berdasarkan informasi yang didapatkan dari petugas, peristiwa tersebut terjadi pada Mei 2017 lalu,  bermula saat Theo sedang berkumpul bersama dua temannya yakni Deni dan Rio yang hingga saat ini masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Dimana saat Ami (korban, red) tengah melintas di Jalan Inspektur Marzuki tepatnya di dekat Rumah Tahanan (Rutan) Pakjo. Kemudian RO (DPO) berpura-pura menabrakan dirinya ke sepeda motor yang dikendarai oleh korban hingga dirinya terjatuh dan mengalami luka.

Usai kejadian, Rio pun berpur‎a-pura meminta pertanggungajawaban korban dan memintanya untuk berobat, kemudian Rio pun mengajak korban berobat yang telah ditentukannya, dan tanpa diduga disana sudah menunggu dua pelaku lainnya yakni DN dan Theo.

Disanalah, korban langsung dipukuli dan diancam dengan menggunakan senjata tajam (sajam) jenis pisau dapur. Takut akan keselamatannya, korban pun menyerahkan sepeda motor miliknya kepada kawanan pelaku tersebut.

“ Ya, memang benar. Kita berhasil memgamankan satu tersangka T, dan saat ini tersangka sedang menjalani pemeriksaan oleh petugas terkait keterlibatannya,” kata Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara, Rabu (11/10) saat ditemui diruang kerjanya.

Modus yang dilakukan oleh pelaku ini, Sambung Yon. Dengan bepura-pura tertabrak oleh korbannya dan meminta pertanggungjawabannya, kemudian korban pun dibawa oleh pelaku kesuatu tempat dan disanalah korban diancam untuk menyerahkan sepeda motornya.

“ Atas ulahnya, tersangka akan kita jerat dengan pasal 365 dengan hukuman pidana diatas 5 tahun,” tegasnya.

Sementara, tersangka Theo saat ditemuin di ruang piket Reskrim Unit ranmor Polresta Palembang bekilah kalau dirinya hanya dijebak oleh temannya DN. “ Saya hanya diajak Pak, saya tidak ngapa-ngapain, mereka berdua (D dan R) yang melakukannya itu,” katanya dengan tertunduk malu.

Diakuinya, setelah melakukan aksi tersebut. Sepeda motor hasil kejahatannya tidk dijual kemana-mana dan dikembalikan kepada korbannya. Hal itulah yang membuat Theo kebingungan, kenapa ia kembali ditahan oleh pihak kepolisian, padahal motornya sudah dikembalikan dan kejadiannya juga sudah terjadi sekitar lima bulan yang lalu.

“ Saya ini dijebak Pak, motornya sudah saya kembalikan. Katanya kalau motor dikembalikan saya tidak ditangkap, tapi sekarang saya malah berada disini (Mapolresta),” keluhnya. Korankito.com/CR2/Depe