Bisa Dipercaya

Wah, Star Cab Taxi Akan Hadir di Kota Lubuklinggau!

Pimpinan PT. Asoka Puri Kreasi, Percha Leanpuri ketika memperkenalkan moda Star Cab di Lubuklinggau. Foto/dhia

 

Lubuklinggau – Moda transportasi di Kota Lubuklinggau saat ini akan segera bertambah. Setelah hadir di Kota Palembang, kini  Star Cab Taxi akan resmi mengaspal di jalanan Kota Lubuklinggau pada 17 Oktober ‎mendatang.

Berita Sejenis
1 daripada 20

Pimpinan PT. Asoka Puri Kreasi, Percha Leanpuri mengatakan, setelah melakukan studi kelayakan dan kemajuan yang dilakukan oleh internal kantor, diperoleh data bahwa kota Lubuklinggau sangat maju bila dibanding dengan daerah lain.

“Alasannya karena Kota Lubuklinggau ada bandara yang tidak dimiliki oleh kabupaten/kota lainnya. Alangkah baiknya bila Kota Lubuklingau dilengkapi moda transportasi baru untuk melayani masyarakat,” ungkap Percha usai meggelar rapat lintas sektor di Pemkot Lubuklinggau.

Percha mengatakan, Kota Lubuklinggau merupakan kota kedua di Sumatera Selatan (Sumsel) setelah Kota Palembang. Untuk tahap awal pihaknya akan mengoperasikan 15 unit armada terlebih dahulu. Untuk selanjutnya sampai akhir tahun akan ditambah sampai ‎‎50 unit armada.

Menurut ‎Percha, Star Cab Taxi sama seperti taksi-taksi pada umumnya, menggunakan logo resmi dan plat kendaraan berwarna kuning.Yang membedakannya hanyalah dari sisi kenyamanan dan kemudahan dengan menggunakan aplikasi android.

“Untuk pemesanan Star Cab Taxi, mengikuti perkembangan zaman bisa menggunakan call center dan aplikasi android, dengan cara mendownloud aplikasi dan bisa diinstal di HP android calon penumpang. Bahkan penumpang bisa mematikan GPS bila drivernya nakal,” jelasnya.

Dalam apalikasi itu nanti akan banyak pilihannya  diantaranya Star Cab, Star Car, Star Weding, Star Box, Ambulance, Star Rental‎. Hanya saja untuk saat ini aplikasi itu  baru  ada di kota Palembang. Sementara untuk Kota Lubuklinggau masih dalam progres pengembangan.

“Untuk masalah tarif ongkos cukup terjangkau  dengan harga Rp 5.000 ribu  per satu kilometer. Sedangkan apabila naik dari pinggir jalan, ketika buka pintu ‎awal akan langsung dikenakan Rp 7.000 ribu plus satu kilo meter. ‎Sementara apabila pemesanan menggunakan call center langsung ada minimum payment,” ungkap Percha.

Ketika disingung mengenai antisipasi kemungkinan terjadinya gesekan dengan angkutan umum di Kota Lubuklinggau. Percha menegaskan akan selalu berkoordinasi dengan Dishub dan pihak Kepolisian setempat.

“Antisipasi selalu ada. Tapi sekali lagi perlu diketahui, Star Cab  Taxi sama dengan taksi konvensional pada umumnya.‎ Karena Star Cab adalah taksi yang mempunyai logo resmi terdaftar di Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau,” ujar Percha.

Terpisah Sekda Kota Lubuklinggau, Rahman Sani menyambut baik hadirnya moda transportasi baru tersebut, menurutnya moda transportasi baru itu penanda bahwa Kota Lubuklinggau semakin berkembang dan mengalami kemajuan. “Artinya itu tanda sebuah kemajuan  penunjang transportasi di Kota Lubuklinggau,” ungkapnya. O dhia.

Rahman menegaskan  hadirnya Star Cab Taxi di kota Lubuklinggau tidak akan menutup mangsa pasar angkot-angkot konvensional, karena mangsa pasar dan segmentasinya berbeda. ‎Malahan hadirnya Star Cab Taxi ini bisa meningkatkan daya saing di masyarakat.

“‎Malahan masyarakat umum bisa mendaftar. Untuk itu  kita meminta supaya izin prinsip harus segera  di urus, supaya apa yang kurang-kurang perlu dilengkapi-dilengkapi bisa di urus secepatnya,” ‎ungkapnya. korankito.com/dhia