Bisa Dipercaya

Pembobol Rumah Kosong ‘Diberi’ Pelor

Aditya (20) ketika diringkus oleh Unit Tekab 134 Satreskrim Polresta Palembang, Senin (10/10).

Palembang-  Dua residivis bobol rumah kosong yakni Aditya (20) bersama Aan Saputra (24), akhirnya berhasil ditangkap Unit Tekab 134 Satreskrim Polresta Palembang, Senin (10/10) sekitar 15.00.

Salah satu tersangka yakni Aditya, terpaksa diberi timah panas petugas dikarenakan saat  ditangkap mencoba melawan serta kabur. Keduanya ditangkap di lokasi yang berbeda, Adit di sebuah warnet yang berada di OPI Jakabaring dan Aan dikediamannya.

Berita Sejenis

Copet Pasar 16 Ilir Tekapar Dipelor Petugas

Melawan, Sumito Ditembak Kawanan Perampok

‘Raja Begal’ di Musirawas Tewas

1 daripada 8

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya petugas pun mengelandangnya ke Mapolresta Palembang, berikut barang bukti satu buah tabung gas elpiji 3 kg.

Ditangkapnya kedua tersangka ini,  setelah adanya laporan dari Rika (40) warga Jalan Gubernur HA Bastari , Kelurahan Silaberanti, Kecamatan SU I Palembang.

Menindaklanjuti laporan itu, petugas pun melakukan penyelidikan hingga akhrinya berhasil mengaman dua orang tersangka.

“Ya,  kita berhasil menangkap dua tersangka yakni AD dan AA. Salah satu tersangka terpaksa diberikan tindakan dekan tegas karena berusaha melarikan diri serta melawan saat  diamankan, ” kata Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara saat ditemuin diruang kerjanya.

Selain mengamankan dua tersangka, sambungnya,  pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa satu buah tabung gas 3 kg.”  Atas ulahnya kedua tersangka kita jerat dengan pasal 363 dengan hukuman pidana diatas 5 tahun pidana, ” tegasnya.

Sementara, tersangka Aditya saat ditemuin di ruang unit piket Pidum Polresta Palembang mengakui perbuatannya.

“Saya yang masuk kedalam ruangan dengan mencongkel jendela kamar korban menggunakan linggis, didalam rumah saya mengambil sepeda motor dan tabung gas yang ada di rumah korban,” katanya.

Diakuinya, setelah berhasil membawa kabur barang curian tersebut, dirinya menjualkan tabung gas tersebut keseorang penada ibu-ibu yang berjualan gorengan dibawah 7 Ulu Jembatan Ampera.

“Kalau untuk motor  belum sempat saya jual Pak,  karena ketika saya membawa motor tersebut.  Saya ketahuan oleh anak korban dan dikejar korban kemudian motor tersebut berhasil diambil kembali oleh korban. Beruntung, saya berhasil kabur hingga korban tak berhasil menangkap saya,” ungkap resedivis yang pernah dipenjara di Lapas Pakjo ini.

Sedangkan tersangka Aan mengaku kalau perannya hanya memantau situasi dilapangan.  ” Saya hanya mantau Pak,  yang bekerja dia (Aditya),” singkatnya. Korankito.com.CR2/depe