Polda Sumsel Selidiki Kasus Bunuh Diri Anggotanya

Kabid Propam Polda Sumsel Kombes Pol Zulkarnain. Foto/adi

Palembang- Kasus dugaan bunuh diri yang dilakukan oleh Bripda AF (24) dengan menggunakan senjata api (senpi) miliknya, hingga kini masih terus dilakukan penyelidikan dari Bid Propam Polda Sumsel.

Kabid Propam Polda Sumsel Kombes Pol Zulkarnain mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan, apakah murni bunuh diri atau dibunuh. Sehingga, belum bisa dipastikan karena masih tahap penyelidikan.

“Masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan bunuh diri yang dilakukan Bripda AF dari Unit Reskrim Polsek Sungai Lilin Muba,” katanya, ketika ditemui usai melaksanakan salat Azhar di Masjid Assaadah Mapolda Sumsel, Selasa (10/10).

Saat disinggung mengenai izin pemegangan senpi bagi anggota Polri, menurutnya berdasarkan peraturan, anggota itu sudah diperbolehkan mengajukan izin memegang senpi berdasarkan lama tugasnya, paling tidak anggotanya telah berpangkat Briptu.

Bagi pemegang senpi juga, dilakukan pemeriksaan dan tes berkala setiap tahunnya. Bila dalam salah satu tes dinyatakan tidak lulus, meski sudah pernah memegang tetapi tidak lulus salah satu tesnya, maka senpinya akan ditarik.

“Berbagai tes biasanya dilakukan mulai dari psikologi, kesehatan dan trek record anggota yang mengajukan izin pemegang senpi. Bila salah satu tes dinyatakan tidak lulus, maka anggota tidak akan diberikan izin untuk memegang senpi,” ujarnya.

Pihak Propam Polda Sumsel, masih meminta keterangan dari Polsek Sungai Lilin Muba terkait izin pemegangan senpi bagi Bripda AF.

Namun, untuk saat ini pihaknya masih belum bisa memastikan mengenai pemberian izin pemegang senpi. Propam masih terus mendalami baik dari sisi pemberian izin senpi dan juga motif terkait dugaan bunuh diri yang dilakukan oleh korban.

“Sekarang masih proses, jadi belum bisa dipastikan. Tetapi, senpi yang dipegang Bripda Azan Fikri memang senpi dinas,” pungkasnya. Korankito.com/adi/depe