Bisa Dipercaya

Ambil HP Penumpang, Suryadi Diamankan

Suryadi saat sedang diperiksa petugas Reskrim Polresta Palembang. Foto/cr2

‎Palembang-  Suryadi (35), seorang tukang becak yang tinggal di Lorong Sunat, Kelurahan 35 Ilir, Kecamatan Ilir Barat (IB) II Palembang, harus diamankan oleh Unit Pidana Umum (Pidum) Sat Reskrim Polresta Palembang, saat sedang mangkal di Monumen perjuangan Rakyat (Monpera), Senin (9/10) malam.

Tersangka diamankan lantaran kedapatan memeras penumpangnya yang bernama Afrida Nurul Anisa (17). Kini untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya petugas pun langsung mengelandangnya ke Mapolresta Palembang berikut barang bukti satu unit ponsel Smartfren 4G warna Gold.

Berita Sejenis

DPO Curas Diciduk Saat Tidur

Arena Dadu Kuncang Digerebek Polisi

Copet Pasar 16 Ilir Tekapar Dipelor Petugas

1 daripada 42

Dari informasi yang dihimpun, peristiwa  bermula saat Afrida (korban, red) Minggu (8/10) sekitar pukul 12.30, tengah melintas di depan Monpera hendak ke Internasional Plaza (IP).  Saat itu, korban pun ditawari oleh Suryadi (pelaku, red) untuk menumpang becaknya, dengan ongkos hanya Rp1500.

Namun, saat di tiba dilokasi ternyata pelaku meminta ongkos lebih, sebesar Rp 35 ribu kepada korban, karena tak memiliki uang korban pun tak bisa membayar ongkos tersebut. Kemudian pelaku pun langsung mengambil paksa satu unit ponsel merek Smartfren 4G warna gold milik korban.

Tak terima dengan apa yang telah dialaminya,  korban pun mendatangi Mapolresra Palembang guna untuk melaporkan kejadian tersebut. Adanya laporannya tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Satreskrim Polresta Palembang.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara mengatakan, setelah mendapatkan laporan dari korban, pihaknya langsung bergerak dan mengamankan pelaku di tempat mangkalnya di kawasan Monpera, berikut barang bukti berupa satu unit hp milik korban.

” Saat ini, pelaku masih dalam pemeriksaan petugas untuk dimintai keterangan, ” singkatnya.

Sementara Suryadi saat ditemui di ruang unit Pidum Polresta Palembang membantah, dirinya merampas ponsel milik korban. Menurutnya, ia mengambil ponsel itu karena korban tidak bisa membayar ongkos yang disepakatinya.

” Saya tidak memerasnya pak,” katanya Selasa (10/10)

Suryadi menjelaskan, awalnya memang perjanjian ongkos mengantarkan korban, ia minta sebesar Rp1500. Tetapi ketika diperjalanan dirinya tanpa langsung mengubah perjanjian,  karena jarak yang cukup jauh.

“Karena dia (Afrida) tak bisa membayar ongkos. Jadi sama ambil ponselnya pak.  Untuk sebagai penjamin, akan tetapi saya tak memaksa ya, ” pungkasnya. Korankito.com/CR2/depe