Aduh! Anggota Polisi Diduga Tembak Kepala Sendiri

Korban Bripda Azan Fikri ketika ditemukan tewas di dalam mobil dengan senjata api masih di tangan. Foto/waluyo

 

Banyuasin- Oknum anggota Reskrim Polsek Sungai Lilin Bripda AF ditemukan tewas di dalam mobilnya Honda Mobilio nomor polisi (nopol) BG 1652 JF dengan luka tembak dibagian kepalanya, Senin (9/10) sekitar pukul 07.00.

Diduga penyebab kematian korban dikarenakan Bripda AF menembak kepalanya sendiri menggunakan senjata api (senpi) jenis revolver yang masih terlihat dipegangnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, sebelum ditemukan tewas korban berangkat dari Palembang menuju ke Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dengan mengendarai mobil pribadinya, Minggu (8/10) sekitar pukul 20.00.

Sebelum tiba ke tempatnya bekerja, AF terlebih dahulu mengantarkan calon istrinya RS pulang ke rumahnya di Dusin VI Rawa Bening, Desa Tri Tunggal, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Banyuasin dan sempat bertemu dengan DN ibu kandung RS.

Tak lama berselang, korban memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya. Kemudian, sekitar pukul 02.00, sebanyak lima warga sekitar yang sedang berjaga malam mendengar suara letusan senpi sebanyak satu kali, namun warga tersebut tidak mengetahui asal suara letusan itu.

Barulah, sekitar pukul 07.00. RS yang mengetahui korban masih berada di sekitar rumahnya, langsung mendekati kendaraan Azan yang masih menyala, namun terkunci dari dalam dan kaca samping kiri bagian depan mobil korban pecah.

Korban pun akhirnya ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan luka tembak di kepala yang tembus dari sisi kanan hingga ke kiri, serta tangan kanannya masih memegang senpi jenis revolver.

Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi Surya Markus Pinem melalui Kabag Ops Kompol Harris Battara membenarkan adanya kejadian tersebut. “Untuk motifnya, anggota kita sedang melakukan pemeriksaan dan pendalaman terlebih dahulu,” ujarnya.

Kapolsek Sungai Lilin AKP Andeva membenarkan korban adalah anak buahnya yang telah bertugas selama dua tahun. Namun, Andeva enggan menyebutkan kronologis kejadian.

“Benar anggota kita, tugas di Unit Reskrim. Tapi untuk kronologis kejadiannya saya minta maaf, tidak bisa cerita,” katanya.

Andeva mengakui korban berencana menikah dengan tunangannya RS yang bekerja sebagai bidan. Kesehariannya, korban terbilang anggota yang rajin dan tidak ada masalah dalam pekerjaan.

“Sudah izin sama saya mau nikah, tapi tidak tahu kapan menikahnya. Selama ini tidak ada masalah, baik-baik saja, makanya saya kaget,” ujarnya.

Dokter Forensik RS Bhayangkara Palembang Kompol Mansuri mengatakan, jenazah korban tiba di kamar mayat sekitar pukul 13.00. Pihaknya belum dapat menyebutkan penyebab kematian korban karena menunggu hasil visum.

“Baru tiba dan bakal diperiksa dulu. Kita nunggu permintaan penyidik apakah diotopsi atau tidak,” ungkap Mansuri. Korankito.com/waluyo/adi/depe