300 Dosen Ikuti Konferensi Nasional Hukum Perdata IV

Dekan FH Unsri Febrian (kiri), Perwakilan Kemenkumham RI Hendra Andy S Gurning (tengah) dan Rektor Unsri Anis Saggaff saat diwawancarai media mengenai Konfereansi Nasional Hukum Perdata IV di FH Tower Unsri Kampus Bukit, Palembang. foto/ejak

Palembang – Sebanyak 300 Dosen dari Aceh hingga Papua mengikuti Konferensi Nasional Hukum Perdata IV yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pengajar Hukum Keperdataan (APHK) di Fakultas Hukum (FH) Tower Universitas Sriwijaya (Unsri), Senin (9/10).

 

Kegiatan in merupakan konferensi nasional yang keempat dengan  mengangkat tajuk ‘Mencari Model Pembaharuan Hukum Perikatan’ : Penormaan Prinsip Dan Langkah Legislasi. Konferensi ini sendiri diikuti oleh sekitar 300 peserta dan terdapat 22 guru besar serta doktor yang berasal dari Sabang hingga Merauke. Konferensi ini akan berlangsung selama tiga hari yakni dari tanggal 9-11 Oktober.

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) yang di wakili oleh Hendra Andy S Gurning mengatakan, saat ini Indonesia membutuhkan hukum perdata yang baru, sebab hukum yang berlaku saat ini sudah terlalu lama yakni sekitar 180 tahun dan merupakan peninggalan Belanda.

“Kita harus membuat kajian hukum, meski itu tidak mudah apalagi hukum perdata. Kita harapkan dari kegiatan ini ada pembaharuan yang dapat di gunakan pemerintah sebagai bahan revisi pemerintah dalam peraturan undang undang hukum perdata,” kata dia.

Senada, Dekan FH Unsri Dr Febrian mengatakan, perubahan dalam hukum perdata memang diperlukan apalagi usia tersebut sudah terlalu lama, untuk itu pembaruan perlu dilakukan guna bersaing di dunia internasional. “Kita bisa melihat bagaimana diskusi ini luar biasa nantinya, kami berharap apa yang berlangsung di FH Unsri ini bisa jadi refleksi bagi dunia hukum, kita harus melihat perubahan-perubahan selanjutnya,” tukasnya.

Sementara itu, Rektor Unsri Prof Anis Saggaff menegaskan, pihaknya akan selalu menyambut baik dan mendukung segala kegiatan yang produktif sebagaimana kebijakan yang dibuatnya dua tahun silam. “Mudah-mudahan ke depan kegiatan seperti ini jadi kegiatan harian atau mingguan atau bulananan ada Konferensi yang produktif memberikan pemikiran yang mambangun bangsa, mudah-mudahan dengan universitas sriwijaya berjamaah yang saya gaungkan ini bisa membawa perubahan yang baik,” tuturnya. (korankito.com/ejak)