Galakkan Tiap Rumah Tanam Cabai

Program Gerakan Tanam Cabai (Gertam) di seluruh Indonesia juga hadir di Musirawas. Dimana, setiap rumah minimal menanam 10 batang pohon cabai. Foto/dhia

Musirawas – Kerap kali terjadinya lonjakan harga cabai, membuat pemerintah pusat mencanangkan program Gerakan Tanam Cabai (Gertam) bagi masyarakat di seluruh Indonesia, tanpa tekecuali di Kabupaten Musirawas.

“Kalau di Musirawas sendiri sudah ada program Gertam Cabai ini, yaitu program Kampung Pedas, dimana masing-masing rumah tangga harus menanam cabai minimal 10 batang,” ungkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan Musirawas, Ramdani.

Selain Kampung Pedas, diakuinya ada juga program Gerakan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), dimana masyarakat memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk ditanam aneka sayuran, bahkan bisa juga untuk beternak kolam ikan terpal.

“Kita sudah membagikan 36 ribu polybag bibit cabe kepada setiap desa untuk ditanam cabai. Yang terpenting dalam program ini adalah cabe tersebut dapat tumbuh dan menghasilkan dengan baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Musirawas, Hj Suwarti menjelaskan, wilayah Musirawas sangat luas sekali dan sektor utama pendapatan masyarakatnya juga mayoritas dari penghasilan perkebunan, termasuk cabai.

“Saya tentunya mengharapkan adanya evaluasi dari tim nasional, agar dapat memberikan penilaian yang terbaik bagi Kabupaten Musirawas dalam program ini,” jelasnya.

Terpisah, Ketua Tim Evaluasi Gerakan Tanam Cabai Tingkat Nasional, Johan Susmoro mengaku, untuk di Indonesia sendiri ada 18 provinsi yang akan dievaluasi untuk program Gertam.

“Kita tentu saja memberikan penilaian sesuai dengan apa yang kita lihat, dengar dan kita ucapkan sesuai dengan dukungan data di lapangan. Karena, nanti bagi nominasi yang masuk dalam penilaian, nantinya akan diberikan apresiasi saat puncak Hari Pangan Sedunia,” kata dia.

Ia mengaku, pihaknya selalu mengadakan perlombaan program-program pokok PKK, karena kondisi seperti ini membutuhkan kesolidan bersama Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Kita sadar betul dalam menggerakkan PKK, sangat membutuhkan waktu dan pembinaan secara terus menerus kepada masyarakat,” ungkapnya. korankito.com/dhia