TNI Harus Membela Kepentingan Rakyat

Penampilan sosio drama perjuangan Jendral Sudirman‎ saat mempertahankan kota Yogyakarta pada agresi militer Belanda pada tanggal 19 Desember 1949 pada peringatan HUT TNI ke-72. Foto/Dhia.

Lubuklinggau – Kodim ‎0406 Musirawas (Mura), Lubuklinggau dan Musirawas Utara (Muratara) ‎menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke- 72  di lapangan sepak bola belakang kantor Kodim, Kelurahan Tanjung Indah, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kamis (5/10). Dalam peringatan HUT TNI itu ditampilkan sosio drama perjuangan Jendral Sudirman‎ saat mempertahankan Kota Yogyakarta pada Agresi Militer Belanda pada tanggal 19 Desember 1949.

“Drama tentang kisah perjuangan Jendral Sudirman sengaja kita tampilkan untuk memotivasi para generasi muda saat ini, bahwa perjuangan itu tidak mudah, merebut kemerdekaan itu tidak mudah,” ungkap Pabung Dandim 0406 Mura, Lubuklinggau, Muratara, Mayor Inf Budiman Hutahuruk.

Cuplikan drama yang disaksikan itu  apa adanya, tidak direkayasa, bagaimana usaha TNI mengusir para penjajah. Dalam sosio drama ‎itu terlihat jelas  banyak memakan korban bukan hanya TNI saja, tapi juga rakyat sipil banyak yang menjadi korban. Bahkan dalam cuplikan itu ibu hamil pun ada yang menjadi korban.

“Sekarang apa kita tega melihat seperti itu, karena saat ini kita bukan melawan penjajah lagi. Jadi kita berperang melawan bangsa kita sendiri,” tegas Budi.

Termasuk isu Partai Komunis Indonesia (PKI) kata Budiman, harus terus dipantau karena jelas dalam Tap MPR partai itu dilarang. Hanya saja masyarakat juga tidak perlu khawatir yang berlebihan menyikapi itu.

“Intinya kita siap dan mendukung pemerintah. Apa pun perintahnya kita siap mendukung,” ujarnya.

Untuk itu, Budiman berpesan kepada seluruh TNI yang berdinas di wilayah Kodim 0406 Lubuklinggau Mura, dan Muratara untuk tetap profesional sebagai abdi negara. Dengan cara tahu jati diri seorang TNI dan harus dekat dengan seluruh rakyat.

“TNI datang dari rakyat, untuk rakyat  dan harus berkorban untuk rakyat juga. Jadi lebih diutamakan adalah kepentingan rakyat dan masyarakat,” pungkasnya.  Korankito.com/dhia/ria.