Bisa Dipercaya

Aduh! Gara-gara Terlilit Hutang, IRT Jual Shabu

Ketiga tersangka pengedar dan pengguna shabu saat gelar perkara di Direktorat Pol Air Polda Sumsel, Kamis (5/10). Foto/adi

Palembang- Direktorat Pol Air Polda Sumsel berhasil meringkus Nirwana alias Menir (30), warga Desa Sungsang II, Lorong Salak, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin, Sumsel, yang merupakan bandar narkoba jenis shabu-shabu dan sekaligus menyediakan tempat mengkonsumsi bagi konsumennya.

Dalam penggerebekan di Perairan Sungai Sembilang, Desa Sungsang IV, Dusun IV, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin, Senin (2/10) malam juga diamankan dua penikmat shabu yakni Darwin alias Wiwin (32) dan Erwin (30) warga Desa Desa Sungsang II, Lorong Masjid, Kecamatan Banyuasin II, Banyuasin.

Berita Sejenis

1500 Ekstasi Diamankan di Dalam Bus AKAP

Butuh Uang, Pengangguran Antarkan Pesanan Sabu

Bandar Sabu Berduel Dengan Polisi

1 daripada 65

Kepada petugas Menir mengaku, menjadi bandar shabu dan menyediakan tempat mengkonsumsi untuk menutupi hutang-hutang sang suami dan memenuhi kebutuhan rumah tangga. Lantaran, sang suami yang bekerja serabutan tidak mampu membayar hutang tersebut.

“Suami saya banyak hutang, karena dia sering bermain judi. Untuk menutupinya, saya terpaksa menjual dan menyediakan tempat untuk memakai shabu-shabu,”  katanya, saat gelar perkara dan barang bukti di Direktorat Pol Air Polda Sumsel, Kamis (5/10).

Dirinya mengaku terakhir membeli sabu di GD (DPO), Rabu 27 September seharga Rp1,2 juta. Dari hasil pembelian itu, barang haram tersebut dibaginya menjadi 30 paket kecil satu ji yang dijual beragam seharga Rp100 hingga Rp200 ribu. “10 hari sudah habis, saya dapatkan untung Rp300 ribu,” ungkapnya.

Direktur Pol Air Polda Sumsel Kombes Pol Robinson Siregar didampingi Kasubdit Gakkum AKBP Zahrul mengatakan, berdasarkan informasi dari masyarakat, pihaknya berhasil menangkap tiga orang penikmat shabu satu diantaranya merupakan seorang ibu rumah tangga (IRT) yang menjadi bandarnya.

“Awalnya kami tangkap W dan E, kita temukan satu paket kecil shabu seharga Rp80 ribu. Dari pengakuan mereka berdua, dibeli dari M yang juga menyediakan alat hisap dan tempat. Kami lakukan penangkapan dan menggeledah rumahnya, ditemukan sejumlah barang bukti,” katanya.

Saat penggeledahan, aparat menemukan barang bukti berupa 30 paket kecil shabu-shabu yang dikemas dalam wadah klip transparan, uang tunai Rp50 ribu, seperempat butir pil ekstasi, lima buah korek api, dua korek api gas, dan toples bertutup kuning.

Saat ditelusuri, tersangka Menir mengaku dirinya biasa membeli barang dari GD (DPO) di wilayah Sungsang.
“Saat kami mendatangi lokasi GD, tersangka sudah melarikan diri. Saat ini kami masih mengejar tersangka GD dan dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang,” jelas Robinson. Korankito.com/adi/depe