Bisa Dipercaya

Sial! Kepergok Mencuri, Aprianto Dihakimi Massa

Aprianto (38) setelah tepergok mencuri dan dihakimi massa.(ujang)

LAHAT – Sial bagi Aprianto (38) warga Desa Penantian, Kecamatan Jarai, Kabupaten Lahat dirinya harus menjadi bulan bulanan warga Desa Bandar Aji, Kecamatan Jarai, Kabupaten Lahat. Pasalnya, dirinya harus mengalami amukan massa atas perbuatannya yang telah melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan.

Informasi terhimpun, bermula dini hari sekitar pukul 01.00 wib (1/10) perbuatannya melanggar pasal 363 KUHP ini terjadi tepatnya di kediaman korban Didi Permana (31) di Desa Bandar Aji. Saat sedang memasuki rumah korban, terduga pencuri ini dipergoki pemilik rumah, karena aksinya diketahui terduga lantas melarikan diri kearah kebun kopi desa setempat.

Melihat orang yang tidak dikenal memasuki kediamannya, lantas korban beserta M. Ridwan alias Iwan (adik kandung korban) melakukan pengejaran. Sesampainya di kebun kopi, dua bersaudara ini menjumpai terduga. Karena belum mengetahui persis siapa yang dikejar lantas korban Didi tanpa curiga sempat bertanya pada terduga, namun saat bertanya tanpa diduga, pelaku langsung mencabut sajam dan mengayunkannya kearah kakak beradik tersebut dan sabetan sajam mengenai Iwan.

Menyaksikan situasi itu, Didi kemudian berteriak dengan kencang meminta pertolongan tak ayal warga yang mendengar jeritan minta tolong ini, langsung menuju sumber suara untuk memberikan pertolongan.

Merasa sudah terkepung, akhirnya pelaku ini tak berkutik, seketika saja warga yang sudah tersulut emosi melancarkan serangan secara membabi buta keseluruh bagian tubuh terduga yang mengakjbatkan luka serius hingga keok dan tak berkutik.

Kapolres Lahat AKBP Roby Karya Adi SIK melalui Paur humas Polres Lahat Ipda Sabar T membenarkan perihal kejadian tersebut. Dikatakannya untuk sekarang terduga masih menjalani pemeriksaan secara intensif dari pihaknya.

“Terduga sudah kita amankan beserta barang bukti yakni satu ekor ayam jago, padi kurang lebih 25 Kg didalam karung, satu unit tas warna Hitam beserta besi pelobang. Kasus ini masih terus kita lakukan pendalaman,” tegasnya. (korankito/Ujang/mbam)