Bisa Dipercaya

Dandim 04-05 Ingatkan Bahaya Laten PKI

Komandan Kodim (Dandim) 04-05 Lahat, Pagaralam dan Empatlawang, CZI Sri Hartono

EMPATLAWANG – Komandan Kodim (Dandim) 04-05 Lahat, Pagaralam dan Empatlawang, CZI Sri Hartono mengingatkan masyarakat, untuk tetap mewaspadai bahaya laten komunis di wilayah masing-masing, termasuk di Kabupaten Empatlawang.

“PKI itu tidak bertuhan, tentu bertentangan dengan ideologi bangsa kita. Komunis itu menghalalkan semua cara, jangankan teman, sahabatnya saja dibunuhnya. Masyarakat harus tetap waspada terhadap bahaya laten komunis ini,” ungkap Dandim 04-05, Sri Hartono, saat dihubungi via ponselnya.

Pihaknya kata Sri Hartono, sudah menggelar nonton bareng (Nobar) pemutaran film G30S/PKI ditiga daerah yakni di Kabupaten Lahat, Kabupaten Empatlawang, dan Kota Pagaralam.

“Nonton bareng itu bertujuan, agar masyarakat dan penerus bangsa mengenal sejarah. Para penerus bangsa harus mengetahui kekejaman PKI dan bahayanya PKI itu bagi bangsa. Bukankah bangsa yang besar itu merupakan bangsa yang menghargai jasa-jasa para pahlawannya, dan yang tidak akan melupakan sejarah suatu bangsa tersebut,” jelasnya.

Sri Hartono menyebutkan, sifat PKI itu yakni pembohong, adu domba, membolak-balik fakta. Sebab itu kita sebagai bangsa yang besar, yang memiliki bermacam suku dan bahasa jangan mudah untuk dipecah belah.

Saat ditanya mengenai ada atau tidak PKI di Empatlawang baik itu tipe A, B, atau C, Sri Hartono menyebutkan, semua tipe itu ada di Empatlawang. Namun itu menjadi rahasia pihaknya.

“Disetiap koramil itu ada data PKI, menurut data kita, di Empatlawang PKI yang tipe A, B, dan C ada semua. Namun yang paling bahaya itu yang tipe A,” kata Sri Hartono, namun tidak mau menyebutkan apakah ada atau tidak pejabat di Empatlawang yang merupakan PKI baik itu tipe A, B, atau C, karena itu merupakan privasi.

Para ulama, lanjut Sri Hartono, merupakan incaran para PKI, sebab para ulama itu bagi mereka (PKI, Red) merupakan sendi-sendi yang kokoh dibangsa ini. “Yang perlu diketahui oleh bangsa kita, bahwa bagi PKI ulama adalah benteng yang kokoh dibangsa ini, sebab itu para ulama menjadi incaran bagi PKI,” tuturnya.

Masih kata Sri Hartono, PKI itu akan muncul kalau ada dukungan dari berbagai pihak, dan juga mempunyai peluang dan kesempatan. Namun sebaliknya, PKI akan tenggelam jika tidak ada peluang dan dukungan. “Sebab itu jangan beri ruang bagi PKI untuk bangkit,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Kantor Kementrian Agama (Kakankemenang) Empatlawang Saidi menuturkan, jika PKI itu mau dilihat dari sudut mana pun, jelas bertentangan dengan ideologi bangsa dan ajaran agama islam.

“PKI itu sebenarnya tidak ada lagi tempat di Bumi Pertiwi ini. Sebab itu kita harus pahami betul butir-butir pancasila, jangan sampai PKI kembali bangkit,” kata Saidi.

Untuk umat Islam, kata Saidi, harus mensupport para ulama, jaga ulama. Sebab apa yang dikatakan Dandim tersebut adalah benar, bahwa PKI mengincar ulama. Bentengi diri dari paham komunis, dengan mempelajari sejarah kekejaman PKI serta memperkuat keimanan.

“Mengapa PKI mengincar para ulama ? Sebab ulama berdakwah dan menyampaikan kebenaran. Karena itu umat islam dan ulama, jangan sampai diadu domba dan terpecah belah,” ungkapnya.

Terpisah Kapolres Empatlawang AKBP Bayu Dewantoro mengatakan, untuk mengantisipasi adanya PKI, para RT dan RW mendata warga yang baru datang. Harus wajib lapor 1 x 24 jam. Dan juga masyarakat harus peka terhadap lingkungan sekitar, termasuk tetangga yang kurang bergaul.

“Yang jelas jika ada yang mencurigakan, baik itu terkait PKI, laporkan kepada pihak berwajib,” tukasnya.(korankito.com/rodi/mbam)