Heboh! Galian Sumur Bor Warga Meledak dan Keluarkan Lumpur

Salah satu kondisi sumur bor yang meledak dan mengeluarkan semburan lumpur. KORANKITO/ENDRI.

OKI – Masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mendadak heboh. Lantaran adanya galian sumur bor di Desa Rangkui Jaya, Kecamatan Pedamaran yang meledak dan mengeluarkan semburan lumpur.

“Kami merasa kaget tiba tiba semalam (Selasa malam, 26/9, red),  sekitar pukul 20.00, ada suara ledakan dua kali di arah proyek pembangunan sumur bor. Kami ke lokasi dan ternyata ada semburan lumpur bercampur pasir, ” ungkap Rokit salah seorang warga setempat.

Dikatakannya memang di desanya ada pembangunan proyek air bersih, dan diperkirakan di kedalaman mencapai 112 meter, tedengar suara ledakan disertai dengan semburan lumpur bercampur pasir.

Informasi yang dihimpun di lapangan setelah terdengar ledakan lalu diiringi dengan semburan mencapai ketinggian 15 hingga 20 meter. Semburan ini juga bercampur air, pasir, lumpur  dan juga mengeluarkan bau gas. Akibatnya beberapa halaman rumah warga sempat terkena semburan tersebut.

Camat Pedamaran Herkules ketika dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Menurutnya, selasa malam memang telah terjadi semburan air bercampur pasir di proyek pembangunan sumur bor.

“Kami sudah lakukan pengecekan ke lapangan, saat ini semburannya, mulai menurun. Berdasarkan informasi dari petugas Dinas PU Kabupaten OKI, gas yang keluar tersebut adalah gas rawa, karena memang pembangunan sumur bor ini terletak tak jauh dari rawa. Kalau kata mereka biasanya paling lama semburan ini terjadi empat sampai lima hari,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres OKI AKBP Ade Harianto melalui Kapolsek Pedamaran AKP Bambang Sumantri juga membenarkan kejadian tersebut.

“Berdasarkan informasi yang diterima anggota kita di lapangan, pembuatan sumur bor ini dimulai Sabtu dan Selasa malam, petugas Dinas PU OKI melakukan pemasangan paralon karena pengeboran dianggap selesai serta dilakukan pengeluaran air dari sumur dengan pompa air,” katanya.

Diungkapkannya, proses pemasangan ini awalnya berjalan normal. Namun sekitar pukul 19.00, terjadi ledakan di sumur tersebut.

“Semburan air campur pasir dan lumpur keluar deras dan tidak berhenti sampai saat ini. Sehingga, air campur pasir dan lumpur itu mengalir di sepanjang jalan sekitar Dusun VI Desa Rangkui Jaya,” tandasnya.

Dirinya menyebutkan, perkembangan situasi kejadian semburan air bercampur pasir dan lumpur sudah mengecil dan kadang berhenti tidak menyemburkan air.

“Saat ini para pekerja dari Dinas PU OKI sudah melepasi pipa-pipa peralatan untuk pembuatan sumur bor dan tidak ada korban jiwa, namun ada 4 rumah yang terendam lumpur setinggi mata kaki,” ungkapnya.

Rumah warga di Dusun 6 Desa Rangkui Jaya Kecamatan Pedamaran OKI yang terendam lumpur, tambahnya, milik Agus (38), Mbah Wiji (70), Supratman (70) dan rumah milik Rusli (40). Korankito.com/endri/depe.