Bisa Dipercaya

Restoran dan Warung Juga Menjadi Penyumbang Sampah Terbanyak

Tumpukan Sampah di Seputaran Masjid Agung Lubuklinggau. Foto/Dhia

Lubuklinggau – Peningkatan volume sampah di Lubuklinggau diperkirakan tidak hanya dari sampah rumah tangga, namun juga dari sampah kuliner restoran dan warung-warung. Hal ini disampaikan langsung Walikota Lubuklinggau, SN Prana Putra Sohe berdasarkan pengamatan dengan turun langsung kelapangan.

“Saya ini keliling terus, jadi saya lihat,” jelas Nanan.

Berita Sejenis
1 daripada 5

Bahkan menurut pengamatannya sampah-sampah dilingkungan warga acapkali berantakan. Namun dirinya menduga sampah-sampah itu berantakan akibat adanya pemulung yang mengambil sampah, mencari sampah produktif dengan membongkar-bongkar tempat sampah.

“Ternyata ada pemulung-pemulung yang ngambil sampah, yang mencari sampah produktif dengan membongkar-bongkar tempat sampah itu,” terangnya.

Lebih lanjut Nanan menambahkan, volume sampah di Lubuklinggau khususnya dipinggir jalan meningkat dikarenakan adanya aktifitas atau kegiatan masyarakat seperti sedekah dihari Sabtu dan Minggu. “Sampah dari orang sedekah itu dibuang kemana,” tanya Nanan.

Selain itu, adanya peningkatan volume sampah dipinggir jalan, disinyalir dari sampah-sampah warung mulai dari daerah Watas. “Sudah itu kamu lihat sampah-sampah dari warung dari watas. Buangnya dimana? Kalau sampah pasar jelas dipasar. Itu yang membuat volume sampah dipinggiran jalan ini meningkat,” tegasnya.

Karena itu, orang nomor satu di Bumi Sebiduk Semare itu meminta pihak Lingkungan Hidup (LH) agar memperhatikan sampah-sampah pedagang kuliner, pedagang kaki lima (PKL) agar tidak berserakan. Semisal dari lapanagan merdeka Masjid Agung As Salam sampai kesimpang Sobirin.

“Kalau sore sudah berubah, malam sudah berubah jualan samua. Habis itu kamu lihat jam 21.00 WIB sampai 22.00 WIB, sampah lagi,” jelasnya.

Nanan juga meminta kepada pedagang untuk membersihkan sampah mereka masing-masing. “Itulah resiko walikota, mengamati. Solusinya kita minta bisa mengoptimalkan itu, mengimbau kepada para pedagang untuk membersihkan sampahnya masing-masing,” pungkasnya.(korankito.com/dhia/amel)