Bisa Dipercaya

Nekat! Curi Motor Dinas TNI, Musrin Diganjar Timah Panas

Tersangka saat diamankan di Mapolresta Palembang. KORANKITO/DEPE.

Palembang- Satu lagi tersangka pencurian sepeda motor dinas milik Tentara Nasional Indonesia (TNI) berhasil diringkus Unit Kendaraan Bermotor (Ranmor) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Palembang, Sabtu (23/9) sekitar pukul 23.00.

Dia adalah Musrin (27), warga Desa Karang Enda, Kabupaten Muaraenim, Sumsel. Ia ditangkap saat berada dikediamannya dan harus merasakan timah panas anggota kepolisian dikarenakan mencoba kabur dan melawan petugas.

Berita Sejenis

Ditinggal Belanja, Motor Kesayangan Raib

Neru Dibekuk Polisi Saat Curi Motor

Pencuri Motor di Area JSC Dihadiahi Timah Panas

1 daripada 20

Berdasarkan data dihimpun, ulah kedua tersangka berawal saat korban Sugiarto (54) yang merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Bintaldam II SWJ, sholat isya di masjid AR Rahma dengan mengendarai sepeda motor Honda CS 1 No Reg 7150-II.

Usai sholat dan hendak pulang ke rumah, korban melihat sepeda motornya sudah tidak ada lagi di parkiran. Kemudian, Sugiarto pun membuat laporan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Rabu (20/9) siang.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara mengatakan tertangkapnya tersangka M hasil dari pengembangan anggotanya terhadap dua tersangka berinisial I dan A yang terlebih dahulu diringkus oleh anggota Ranmor Polresta Palembang.

“Sudah kita amankan, sekarang masih dalam pemeriksaan dan pengembangan oleh anggota kita, diduga masih ada TKP lainnya. Pasal yang akan kita terapkan, Pasal 363 KUHP,” katanya saat dimintai konfirmasi, Minggu (24/9) siang.

Sementara itu, tersangka Musrin membantah telah mencuri sepeda motor tersebut. Menurutnya, awal kejadian tersangka Iqbal telah meminta uang kepadanya sebesar Rp1 juta sebagai uang panjar untuk membeli satu unit sepeda motor.

“Setelah uang diberikan dengannya, motor tidak ada pak. Jadi, saya bersama Abdurahman mendatangi rumahnya dan minta uang saya. Tapi, dia bilang tidak ada uang dan motor belum ada,” kata Musrin saat ditemui di ruang piket Satreskrim Polresta Palembang.

Kemudian, lanjutnya, tersangka Iqbal mengajak dirinya dan Abdurahman untuk berkeliling menggunakan sepeda motornya dan berhenti di dekat masjid AR Rahma yang berada di kawasan Jalan PDAM, Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang.

“Kami menunggu di dekat warung pak, dia (Iqbal) yang masuk ke dalam masjid itu. Tidak lama, dia keluar membawa motor itu. Kami pun langsung pergi ke rumah Abdurahman di Talang Andong, Kecamatan Banyuasin I,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, bersama Abdurahman dirinya membawa motor korban pulang ke rumahnya. “Motor itu tidak saya jual pak, saya hanya sebagai jaminan saja untuk Iqbal mengembalikan uang saya. Tapi, malah saya ditangkap oleh polisi,” tutupnya. Korankito.com/depe.