Bisa Dipercaya

Kenang Masa Kelam PKI

Suasana nobar G30S PKI di Makoramil 401-09/Betung Kabupaten Banyuasin, Sabtu (23/9) malam. foto/waluyo

 

Banyuasin – Mengenang sejarah nasional pembrotakan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang lebih dikenal dngan sebutan G30S PKI, untuk Kodim 0401/Muba-Banyuasin menggelar nonton bareng film pemberontakan PKI di Makoramil 401-09/Betung Kabupaten Banyuasin, Sabtu (23/9) malam.

 

Dandim 0401/Muba-Banyuasin Letkol Czi Mulyadi melalui Daramil 401-09/Betung Kapten Inf Sariyo dalam sambutannya mengatakan, dari pemutaran film bersejarah ini pihaknya berharap agar menjadi pembelajaran hingga PKI tidak boleh lagi ada di Indonesia.

 

Berita Sejenis
1 daripada 3.089

“Karena paham komunis Indonesia tidak sesuai dengan Idiologi kebangsaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), maka PKI harus di bumi-hanguskan, maka dengan diputarnya kembali film bersejarah ini tujuannya agar generasi bangsa kita dapat memahami ideologi negara kita Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945,” tegasnya seusai nonton bareng (nobar) film G30S PKI.

 

Senada, tokoh masyarakat Betung Arafik menambahkan, alhamdulillah tahun ini salah satu film bersejarah kembali diputar, bahkan tidak pada tanggal 30 September, sehingga masyarakat bisa mengenang dan mengetahui tentang kekejaman PKI saat itu. Dengan diputarnya kembali film nasional ini bertujuan sangat positif, sebab di sekolah-sekolah sejak reformasi tidak ada materi pelajaran sejarah termasuk film pembrotakan PKI yang dikenal dengan G30S PKI.

 

“Dulu film ini selalu ditayangkan diseluruh televisi setiap tanggal 30 September, namun film nasional itu tidak lagi ditayang setelah era reformasi selama 18 tahun sudah dan seluruh televisi menghentikan tayangan itu,” kenang pendidik di SMPN 2 Betung ini.

 

Diketahui, nobar yang ditayangkan malam ini ditonton lebih 300 pemirsa dari berbagai kalangan dan dimulai pukul 21.00 hingga selesai dan nobar ini dihadiri warga baik yang tua, muda, pelajar dan para tokoh masyarakat seluruh keluarga besar Koramil Betung termasuk dari keluarga besar TNI (KBT). (korankito.com/waluyo/ejak)