Polda Sumsel Gagalkan Penyelundupan 277 KG Ganja Kering 

Suasana gelar perkara di Mapolda Sumsel, usai menggagalkan peredaran ganja seberat 227 KG, Rabu (20/9). KORANKITO/IST.

Palembang– Kepala Polisian Daerah (Kapolda) Provinsi Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain mengatakan, sejak dirinya dilantik sebagai Kapolda Sumsel, ia menegaskan kepada anggotanya untuk berkomitmen dan konsisten menyikat habis pelaku pengedar maupun bandar narkoba yang ada di Sumsel.

Hal ini terbukti melalui, Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel menggagalkan pengiriman ganja seberat 277 kilogram dari Aceh. Pengiriman tersebut, baru saja tiba di Provinsi Sumsel berhasil diamankan Selasa (20/9) malam disebuah jasa pengiriman barang Indah Cargo, Sungai Lilin, Kabupaten Banyuasin, Sumsel.

“Jadi dari hasil penangkapan ini baru hal yang kecil dilakukan anggota kita. Kedepan kami akan tingkatkan lagi kinerja khusus membasmi peredaran narkoba di Sumsel,” katanya, usai gelar perkara di Mapolda Sumsel, Rabu (20/9).

Ia menjelaskan, Provinsi Sumsel saat ini tidak hanya sebagai lintasan masuknya barang-barang terlarang narkoba, akan tetapi juga sebagai pasar yang cukup potensial bagi bandar narkoba untuk memasarkan barang haramnya.

“Jadi kami selain berhasil mengamankan barang bukti ganja, petugas juga menangkap dua orang pelaku, diduga kuat sebagai orang yang akan menerima kiriman ganja dari Aceh,” ujarnya.

Kedua tersangka tersebut yakni, Kodri (50) dan Soliham (44) keduanya warga Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin. “Atas perbuatan kedua tersangka ini akan dikenakan pasal 114 dan 132, ancaman hukuman seumur hidup atau paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara,” katanya.

Sementara itu, salah satu pelaku Kodri mengatakan, ganja tersebut dari Aceh ini transit dulu di Sumsel sebelum dikirimkan lagi ke Provinsi lainnya.  Ganja tersebut dikirim melalui Haryono dan rencana akan didistribusikan ke Provinsi Lampung.

“Kami ngambil ganja itu di full Indah Cargo di kawasan Sungai Lilin dengan dijanjikan upah Rp10 Juta tapi kami keburu ditangkap Polisi,” pungkasnya. Korankito.com/adi/depe.