Andri Farid Dimata Teman Kerja, Sangat Baik

Proses pemakaman korban. KORANKITO/IST

Palembang– Kabar berpulangnya almarhum Andri Farid (Redaktur Tribun Sumsel), Senin (18/9) menjadi duka mendalam untuk dunia jurnalis di Sumsel, khususnya bagi karyawan/karyawati Tribun Sumsel.

Siapa yang meyangka diumur yang masih tergolong muda ini, harus menghembuskan nafas terakhir setelah kecelakaan maut yang terjadi dikawasan Soekarno Hatta tepatnya didepan Rumah Makan Palapa,sepeda motor korban disenggol mobil turk fuso.

Banyaknya ungkapan belasungkawa dari rekan-rekan seprofesi, sahabat dekat, dan relasi mendiang semasa bertugas menjadi seorang jurnalis tepatnya sebagai redaktur daerah Tribun Sumsel membanjiri dan menjadi viral di media sosial (medsos) milik rekan kerjanya khususnya karyawan Tribun Sumsel.

Bukan hanya itu, karangan bunga ucapan belasungkawa berjejer rapi di depan kediamannya, di jalan Garuda 2 Griya Hero Maskerebet Palembang. Hal ini menunjukkan betapa ia memiliki tempat istimewa sebagai orang baik dan disenangi oleh semua orang.

Almarhum sendiri dikebumikan di pemakaman keluarga di Desa Buray, Kabupaten Ogan Ilir (OI) pukul 11.00 Selasa (19/9).

Menurut salah satu rekan kerja almarhum, Sri yang sangat sedih atas kepergian almarhum yang begitu cepat. Bahkan seluruh keluarga besar redaksi Tribun Sumsel sangat kehilangan sosok lelaki yang baik itu.

“Orangnya baik, pendiam tak banyak omong. Apalagi kalau soal ibadah beliau sangatlah taat dan selalu mengingatkan kami untuk sholat,” ujarnya.

Almarhum pun dikenal sebagai orang yang ramah kepada sesama.Walaupun keseharian dikantor cukup pendiam namun orangnya dikenal sangat tegas dan disiplin waktu.

“Sebagai redaktur sekaligus kakak bagi kami beliau ini juga dikenal baik dimata mahasiswa tempatnya almarhum mengajar. Apalagi saat berita duka ini menyebar semua memenuhi ruang jenazah di RSMH, rumah duka hingga sampai ke pemakaman,” ungkap dia.

Ia juga menambahkan, semoga almarhum diterima disisi Allah SWT, diampuni dosanya dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan.

Hal senada juga dikatakan wartawan Tribun Sumsel Weni mengatakan, sosok Andri Farid adalah salah satu redaktur yang mengayomi wartawan, khususnya wartawan daerah Tribun Sumsel karena Andre penanggungjawab halaman daerah di Sumsel.

“Kalau ketemu atau papasan, pasti dia yang menyapa duluan,” imbuhnya.

Banyaknya pelayat yang datang ke rumahnya maupun ke pemakamannya sudah bisa dinilai bahwa ia sosok yang menyenangkan dan baik.

“Saya tidak terlalu akrab, tapi menurut orang-orang dia orang baik dan tidak banyak ulah,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Palembang Kompol Yudha Widyatama Nugraha melalui Kanit Lakalantas Iptu Merry mengatakan pihaknya telah memeriksa dua saksi yang mengetahui kejadian tersebut.

“Kita sudah melengkapi mindik dan visum. Saksi baru dua yang kita periksa, satu yang melihat kejadian dan satu yang seusai kejadian. Menurut keterangan saksi, korban ditabrak mobil truk tronton, namun untuk nomor polisi mereka tidak melihat,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan kecelakan yang dialami korban murni tabrak lari. “Kita belum mengetahui mobilnya, karena banyak yang tidak melihat. Mungkin, mereka sibuk menyelamatkan korban,” tutupnya. Korankito.com/adi/depe.