Satu Kilogram Shabu Gagal Beredar di Palembang

Suasana gelar perkara dan barang bukti di Mapolresta Palembang. KORANKITO/DEPE.

Palembang- Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polresta Palembang berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba jenis shabu-shabu seberat satu kilogram dari Aceh yang hendak diedarkan di Kota Palembang.

Selain itu, pihak kepolisian juga mengamankan Riko Saputra (23) yang membawa barang haram tersebut saat melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Sukarami, Kamis (14/9) sekitar pukul 17.00.

Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono mengatakan penangkapan pelaku bermula pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat tentang adanya pengiriman barang haram tersebut.

“Personel kami berhasil menangkap tersangka yang diduga merupakan jaringan peredaran gelap narkoba asal Aceh. Berdasarkan keterangan dia, shabu ini asalnya dari Aceh,” ungkapnya saat gelar perkara dan barang bukti, Senin (18/9) petang.

Lebih lanjut, ia mengatakan saat ditangkap pelaku mencoba mengelabuhi anggota dengan membungkus shabu-shabu itu didalam kotak kue dan di atasnya di letakan sejumlah kemasan teh.

“Selain tersangka dan shabu, kami juga mengamankan uang sebesar Rp1 juta yang diduga merupakan bagian dari transaksi narkoba itu, satu unit ponsel dan satu unit sepeda motor yang dikendarai pelaku,” tambah Wahyu.

Ia mengatakan, pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap tersangka. Dimana, dari pengakuan tersangka tujuan shabu tersebut untuk diedarkan di wilayah Kota Palembang. “Kami masih mengejar pelaku lainnya, sampai peredaran narkoba di Palembang tuntas,” katanya.

Wahyu menjelaskan, modus operandi yang dilakukan tersangka dengan menerima barang haram tersebut dari seseorang menggunakan jalur darat. “Akan dikenakan Pasal 114 Ayat 2 dan 112 Ayat 2 UU Tahun 2009 Tentang Narkotika,” tambahnya.

Sementara itu, Riko mengatakan baru sekali ini melakukannya. Ia nekat mengantarkan shabu itu dikarenakan tergiur upah yang cukup besar. “Teman saya bilang dari Aceh. Saya dijanjikan dapat uang sebesar Rp10 juta, tapi baru dibayar Rp1 juta,” ungkapnya. Korankito.com/depe.