Bisa Dipercaya

Biang Karhutla Kebiasaan Masyarakat?

Suasana diskusi pencegahan Karhutla di gedung LPMP OI. foto/harry

Indralaya – Peran serta masyarakat sangat diperlukan dalam pencegahan terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Pasalnya, saat ini di Sumatera Selatan (Sumsel) terutama di Ogan Ilir (OI) dan Ogan Komering Ilir (OKI) masih banyak masyarakat yang membuka lahan dengan membakar hutan.

 

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ogan Ilir (OI) Ahmad Syakroni, saat ini di Kabupaten OI ada lima titik rawan bencana kebakaran lahan. Maka dari itu dibutuhkan peran serta seluruh lapisan masyarakat dalam pencegahannya.

Berita Sejenis
1 daripada 3.089

“Masyarakat harus merubah pola pikir dalam membuka lahan, jangan sampai membuka lahan dengan cara membakar yang akhirnya mengakibatkan kebakaran lahan yang merugikan seluruh pihak,” ujarnya dalam forum diskusi di gedung LPMP OI, Senin (18/9).

Senada, Kepala BPBD OKI Listiadi Martin mengatakan, sepertinya memang masih banyak masyarakat yang lebih memilih membuka lahan dengan cara membakar hutan. Oleh sebab itu pihaknya berharap agar masyarakat dapat merubah pola dalam membuka lahan yang selama ini mereka lakukan.

”Masyarakat senang melihat api dari pada memadamkan api, ini artinya kesadaran masyarakat dalam memadamkan api masih kurang. Masyarakat hanya menunggu dan mengandalkan petugas Manggala Agni dalam memadamkannya, kita harus bergotong-royong dalam pencegahan karhutla di wilayah masing-masing,” imbuhnya.

Diketahui, diskusi pencegahan Karhutla OI – OKI di LPMP OI ini dihadiri oleh Kepala Badan PPBD OI Ahmad Syakroni dan Kepala BPBD OKI Listiadi Martin, tokoh masyarakat, pemuda, organisasi masyarakat dan tokoh agama se-Kabupaten OI- OKI. (korankito.com/harry/ejak)