Safudin : Anggota PWI Lahat Diminta Tegas Memilih

Suasana rapat pembahasan keanggotaan PWI Lahat. Foto/Ujang.

Lahat – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lahat menggelar rapat pengurus dan anggota, Sabtu (16/9). Rapat ini di gelar, menyikapi beredarnya rencana pengembangan pembentukan kepengurusan organisasi kewartawanan yang baru, yaitu Ikatan Wartawan Online (IWO) di Lahat dalam waktu dekat.

Padahal sesuai dengan surat edaran yang dilayangkan pengurus PWI Sumsel belum lama ini, dimana dalam aturan dasar di tubuh PWI sendiri, tidak memperkenankan adanya keanggotaan ganda. Wakil Ketua Bidang Organisasi, Ishak Nasroni mengungkapkan poin utama yakni pembahasan dalam rapat yakni mengenai adanya dugaan beberapa person atau individu anggota PWI Lahat yang saat ini namanya sudah tercantum dalam draf formatur susunan kepengurusan IWO Lahat ke depannya, padahal mereka notabenenya adalah anggota PWI resmi dan sampai saat ini keanggotaannya masih belum berakhir.

“Untuk itu, sesuai dengan aturan dasar PWI sendiri, maka keanggotaan ganda tidaklah diperkenankan. Oleh karenanya, hal ini jelas harus disikapi tegas oleh jajaran pengurus, dan untuk itu pulalah hari ini kita laksanakan rapat, selain memang ada agenda lain sebagai tambahan, seperti khabar adanya pergeseran susunan kepengurusan, dan juga pemberhentian dari keanggotaan, atas kedua orang anggota yang ada sebelumnya,” papar pria yang akrab disapa Ujang ini.

Terpisah, Ketua PWI Lahat, Safudin sendiri juga membenarkan hal ini. Bahkan menurutnya, dalam waktu dekat pihaknya bakal segera memberikan semacam surat pernyataan sikap ke masing masing anggota PWI, atas kepastiannya untuk tetap menjadi anggota PWI, atau justru sebaliknya, kedepan akan bergabung ke IWO, yang secara otomatis pula berarti keanggotaannya di PWI akan berakhir dan dicabut.

“Jika menilik hasil rapat tadi, anggota PWI yang ada tetap menyatakan sikap solidnya, dan tetap menjadi anggota PWI. Namun, ke depan hal ini juga akan dipertegas dengan penandatanganan pernyataan tertulis masing masing mereka, untuk kemudian dibawa dan dilaporkan ke PWI Sumsel,” tegas Safudin. (korankito.com/ujang/amel)