Elektabilitas Selalu Tinggi, Nansuko Semakin Sulit Dikejar

Ketua tim pemenangan Nansuko, Edy Syaputra. Foto/Dhia

Lubuklinggau – Elektabilitas H SN Prana Putra Sohe – H Sulaiman Kohar (Nansuko) semakin sulit dikejar oleh para calon pesaingnya, baik H Rustam Efendi, Riezky, maupun Toyeb Rakembang. Hasil survey yang biasanya tak akan jauh berbeda dengan hasil pilkada sesungguhnya semakin menutup kemungkinan kandidat lain akan menang.

Berdasarkan hasil survey empat lembaga yakni SMRC, Charta Politika,  Rekode dak LKPI menunjukkan, masyarakat Kota Lubuklinggau masih sangat menginginkan Nansuko memimpin Kota Lubuklinggau hingga 2023.

Adapun faktor pendongkrak elekbalitas H SN Prana Putra Sohe yakni bukti kerja nyata dan perubahan serta kemajuan Kota Lubuklinggau selama kepemimpinannya bersama H Sulaiman Kohar. Yang mana hasil keempat lembaga survey tersebut yakni, SMRC merilis elektabilitas H SN Prana Putra Sohe sebesar 63,7 %, pesaing yang digadang-gadang dapat mengalahkannya yakni Rustam hanya diangka 19,8%. Kemudian LKPI merilis elekbalitas Nanan diangka 68,9 %, sedangkan Rustam hanya 19,2%.

“Rekode juga merilis hasil positif bagi petahana, Prana Putra Sohe sebesar 56 %, dan Rustam hanya 12%, sedangkan untuk calon wakil walikota masih dikuasai H Sulaiman Kohar sebesar 36%, Nanan 17%, Rustam 7%, Riezky 4%,” ungkap Tim Pemenangan Nansuko,  Edy Syaputra.

Sedangkan hasil survei dari lembaga survei Charta Politika, elektabilitas Nanan tetap mengungguli bakal pesaingnya yakni 67,3%, sementara Rustam hanya 18%. Sedangkan posisi Wawako tetap diungguli Sulaiman Kohar diangka 66,5 %, Riezky 4,3%, Toyeb 2,3% dan Suhada 2%.

Karena itu, jelas Edy, secara elektabilitas baik Nanan maupun Suko sudah sangat sulit dikejar oleh pesaing.

“Untuk jadi walikota itu pertama popularitas, populitas Nanan 99%, kemudian elektabilitas, elektabilitas Nanan 68%, jadi sangat sulit untuk dikejar,”pungkasnya. (korankito.com/dhia/amel)