Pasca Operasi Katarak, Begini Kondisi Bayi Asri Welas

Asri Welas/dok

Operasi katarak Rayyan Gibran Ridharaharja (Ibran), bayi Asri Welas berjalan lancar. Dua mata Ibran sudah bisa melihat, namun bayi lima bulan itu masih dalam pengawasan dokter. Selain rutin kontrol ke rumah sakit, Ibran juga harus memakai kacamata +16.

“Penggunaan kacamata itu menggantikan lensa yang diambil, karena di bola mata kita ini bukan di luar ya, ada lapisan yang memang harus diambil, itu tindakan yang terbaik,” terang Asri Welas saat ditemui di Rumah Sakit Bunda, Menteng, Jakarta Selatan, Jumat (15/9).

“Nggak boleh lepas, kalau bisa kalau dia tidur lepas begitu melek pakai lagi,” sambungnya.

Selain dianjurkan memakai kacamata +16, Ibran juga mendapat perawatan lain, mulai dari menetesi cairan di mata tiga kali sehari, hingga melakukan treatmen khusus.

“Ibran penglihatannya seperti 0 bulan, artinya dia baru menerima cahaya kemudian pakai kacamata. Jadi kita ada treatment khusus. Ada banyak treatment yang harus kita kejar di 5 bulan ini. Nanti ada rehabilitasi medik juga untuk perkembangan motoriknya. Jadi nanti saya akan belajar dari dokter. Di Indonesia ini ahli rehabilitasi medik masih sedikit, baru 7 dokter. Jadi kayak gimana kita gendong bayi itu sangat penting untuk perkembanhan otak. Jadi bayi di usia 3 bulan, 5 bulan, jangan diperlakukan seperti bayi berusia 1 bulan. Saya banyak belajar juga, nanti akan saya share di Instagram, kan Ibran ini kan bukan delay ya karena seharusnya bayi seusia segitu sudah bisa melihat sesuatu,” jelasnya.

Selain mengikuti saran dokter, tak banyak hal yang bisa dilakukan Asri Welas dan suami, kecuali berdoa untuk kesembuhan anaknya. Dan bersyukurnya, berkat doa, usaha serta dukungan dari keluarga dan sahabat, Ibran sudah bisa melihat lagi.

“Kebetulan kakak saya pergi haji, jadi saya minta pas Ibran dioperasi, mas doain ya, isi doanya selalu mas tolong dioain agar Ibran bisa melihat lagi. Alhamdulillah jadi kenyataan sekarang,” tutup Asri seraya menangis. O tri