BPSDMD Prov.Sumsel Gelar Diklat Calon Kepsek SMA/SMK se Sumsel Tahun 2017

Foto/hms

Palembang – Sebanyak 80 peserta mengikuti Diklat Calon Kepala SMA/SMK se-Sumsel Tahun 2017 yang digelar Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Sumsel, Jumat (15/9) di Aula Putri Kembang Dadar. Diklat ini dibuka langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel Nasrun Umar.

Dikatakan Nasrun untuk memperoleh sertifikat kepala sekolah tersebut, para calon harus menempuh 2 tahapan. Yakni tahap rekrutmen dan tahap pendidikan dan pelatihan Calon Kepala Sekolah dan SMA/SMK terakreditasi dan bersertifikasi sebelum diangkat menjadi kepala sekolah yang kompeten dan berkualitas.

” Agar ada peningkatan kualitas tentunya diklat ini harus dilakukan benar-benar sesuai kebutuhan,” lanjutnya.

Untuk itu dia mengingatkan agar penyusunan program kediklatan mengadopsi mekanisme hasil Musrenbang tingkat Provinsi dan tingkat Kabupaten/Kota. Sehingga dalam pelaksanaan Diklat nantinya benar-benar didasarkan atas kebutuhan riil dan melalui suatu proses perencanaan “bottom up”.

“Harapan ini saya sengaja sampaikan dalam pembukaan Diklat Calon Kepala Sekolah SMA/SMK, agar peserta dapat memahami pentingnya bagi guru dan Kepala Sekolah agar tercipta Kepala Sekolah yang mandiri, berkepribadian dan berkualitas” jelas Nasrun.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Sumsel Musni Wijaya mengatakan diklat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kemampuan, keahlian, keterampilan sikap dan perilaku calon kepala sekolah. Sehingga dalam menjalankan tugasnya Kepala Sekolah dapat bekerja secara profesional serta terwujudnya calon Kepala Sekolah yang memiliki kompetensi teknis sosio kultural, manajerial dan kompetensi pemerintahan dalam memberikan layanan pendidikan pada peserta didik di sekolah.

Adapun rincian ke-80 peserta tersebut yakni  laki-laki sebanyak 47 orang dan perempuan 33 orang yang dibagi menjadi dua Kelas yaitu Kelas A dan Kelas B.

Calon Kepala Sekolah tersebut berasal dari Kota Palembang 29 orang, Kabupaten Banyuasin 5 orang, Lubuk Linggau 7 orang, OKU 5 orang, Ogan Ilir 5, Lahat 4 orang, Pali 1 orang dan Muba 2 orang. Kemudian Kabupaten OKU Timur 3 orang, OKU Selatan 5 orang, Musirawas Utara 2 orang, Muara Enim 5 orang serta Prabumulih 5 orang.(korankito.com/hms/mbam)