Sukseskan Asian Games, Dishub Mintakan Penambahan Armada Patroli Ke Kementrian

Kepala Bidang Pengawasan dan Lapangan (Kabid Wasdalop) Dinas Perhubungan Kota Palembang, Martha Edison. Foto/Amel

Palembang – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang berencana mengajukan penambahan kendaraan patroli ke Kementrian Perhubungan (Kemenhub), mengingat masih kurangnya kendaraan patroli untuk menjangkau semua titik di kawasan Kota Palembang. Apalagi perhelatan AsianGames 2018 kian dekat, persiapan moda transportasi yang aman, dan nyaman sudah harus di persiapkan sejak jauh-jauh hari.

Kepala Bidang Pengawasan dan Lapangan (Kabid Wasdalop) Martha Edison menuturkan, saat ini pihaknya baru memiliki 2 mobil patroli yang salah satunya di gunakan untuk pengawasan. Sedangkan untuk kendaraan lalulintas ada 6 unit yang seharusnya di setiap kecamatan memiliki satu unit motor patroli..

“Karena memang selama ini masih kurang, jadi kita sudah ajukan 5 unit untuk mobil patroli dan 20 unit untuk motor patroli,” terangnya, Rabu (13/9).

Menurut Martha, dengan kurangnya kendaraan patroli ini, pihaknya mengalami sedikit kesulitan dalam melakukan pengawasan lalu lintas. “Nah, kalau ada tambahan dari kementerian ini nanti, pengawasannya bisa jauh lebih baik lagi,” imbuhnya.

Ia menerangkan, kemungkinan besar pengajuan pengadaan kepada Kemenhub RI ini akan dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) di 2018 mendatang. Kendati belum pasti disetujui atau tidak namun pihaknya tetap terus akan berupaya demi memaksimalkan persiapan Asian Games nanti.

“Kalaupun tidak dianggarkan di APBN, nanti kemungkinan akan kita usahakan di APBD. Tapi, kita optimis saja mudah-mudahan bisa diadakan dari pusat,” ulasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dishub Palembang, Agus Supriyatno membenarkan, Palembang telah mengusulkan setidaknya 10 point pengadaan kepada Kemenhub, diantaranya, 5 bus air, 10 dermaga untuk kawasan wisata, speedboat, kendaraan patroli, kendaraan derek, 13 halte untuk LRT.

“Lagi dikejar ke Kementerian. Beberapa waktu lalu terakhir sudah kita kirimkan lagi update suratnya ke Kemenhub, saat ini masih menunggu, dan yang disetujui sementara ini ada 5 bus air. Tapi nanti kemungkinan Oktober kita dipanggil lagi ke Kemenhub untuk membahas ini, mudah-mudahan semuanya bisa terealisasi,” tutupnya. (korankito.com/raya/amel)