Sekda : Sky Bridge Harus Utamakan  Kenyamanan Masyarakat

Foto/hms

Palembang – Pembangunan Light Rail Transit (LRT) atau Kereta Api Ringan terus dikejar pekerjaannya agar selesai tepat waktu. Upaya itu terus dilakukan Pemerintah Provinsi Sumsel bersama instansi terkait di antaranya PT. Waskita Karya, Dinas Perhubungan Provinsi Sumsel, PT. Magna Beatum serta instansi lainnya.

Selain itu pembangunan yang akan dikebut pengerjaannya adalah Sky Bridge yang menghubungkan Stasiun Kereta Api Ringan/Light Rail Transit  (LRT) dengan Aldiron Plaza Cinde.

Pada kesempatan tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel Nasrun Umar memimpin langsung Rapat membahas rencana Pembangunan Sky Bridge yang menghubungkan Stasiun Kereta Api Ringan/Light Rail Transit  (LRT) dengan Aldiron Plaza Cinde di Ruang Rapat Setda, Kamis (14/9).

Direktur Utama (Dirut) PT Magna Beatum M Fajar Tarigan mangatakan, mengenai Skybrige pihaknya sebenarnya telah mengajukan desain 2 tahun yang lalu. Ide tersebut diakuinya berasal dari Gubernur Sumsel Alex Noerdin yang menginginkan stasiun ini ada di dalam bangunan Pasar Cinde. Untuk Sky Bridge sendiri, gubernur meminta agar pintu keluarnya dibangun  tepat di depan gedung Bank Mandiri yang langsung terkoneksi ke Aldiron Plaza Cinde.

“Dengan adanya Sky Bridge para penumpang bisa langsung menuju Pasar Cinde. Jadi Sky Bridge langsung terkoneksi ke pasar cinde,”ujarnya.

Pembangunan Sky Bridge ini sendiri berada di zona 4 dan direncanakan memiliki ketinggian 12 meter dan panjang 50 meter. Nantinya Sky Bridge tersambung di lantai 1 yang berada di level 4 Aldiron Plaza Cinde.

“Inilah sketsa awal Sky Brige yang berada di Aldiraon Plaza Cinde. Dan kami juga tidak akan mengganggu akses menuju kantor Bank Mandiri.

Sementara itu, Sekda Provinsi Sumsel Nasrun Umar menegaskan agar  Sky Bridge mengutamakan kenyamanan para penumpang. Selain itu diharapkan Sky Bridge tidak mempersempit ruas jalan. “Jadi saya harap Sky Brige tetap mengutamakan kenyamanan bagi masyarakat,”tuturnya.(korankito.com/hms/mbam)