Dua Begal Cilik Diringkus Polisi

Suasana gelar perkara dan barang bukti di Mapolres Lubuklinggau. KORANKITO/DHIA

Lubuklinggau-  IM (17) dan AW (17), keduanya remaja tanggung dan pengangguran diringkus Satuan Reskrim Polres Lubuklinggau. Kedua tersangka merupakan pelaku begal yang sudah masuk daftar pencarian orang (DPO) dan beraksi ditempat yang berbeda.

IM warga Jl Jend Sudirman, Gang Cereme, Kelurahan Ulak Surung, Kecamatan Lubuklingau Utara II diringkus di Pasar Satelit, Sabtu (9/9) sekitar pukul 20.00.

Tertangkapnya tersangka bermula laporan warga pada Jum’at , 8 Mei 2015. Dimana IM, melancarkan aksinya bersama Chan Burgo yang sudah menjalani hukuman, di rumah makan padang, Kamis 7 Mei 2015 sekitar pukul 23.00.

“Dia bersama temannya mendekati korban kemudian mengancam dengan senjata tajam (sajam) dan meminta motor korban,” kata Kapolres Lubuklinggau AKBP Hajat Mabrur Bujangga melalui Kasatreskrim AKP Ali Rojikin saat gelar pekara, Rabu (13/9) siang.

Dari tangan tersangka pihak kepolisian Polres Lubuklinggau mengamankan barang bukti berupa satu bilah sajam yang berada ditubuhnya saat dilakukan penangkapan terhadap IM.

Sedangkan AW, warga Kelurahan Margo Rejo, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, ditangkap di Kelurahan Lubuk Tanjung, Kecamatan Lubuklinggau Barat II pada Selasa (12/9).

Aksi tersangka AW dilakukan Jumat (8/9) sekitar pukul 18.00, di Kelurahan Moneng Sepati, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II. Modusnya yakni ia mencegat korban saat melintas di daerah Batu Urip, Kecamatan Lubuklinggau Timur I.

“Tersangka minta tolong untuk mengantar kerumah neneknya didaerah Muara Enim (Kecamatan Lubuklingau Timur II),” kata Kasat Reskrim Polres Lubuklinggau.

Setiba di Muaraenim, tersangka berhenti di rumahnya untuk mengambil pisau tanpa sepengetahuan korban. Lalu, tersangka minta diantar kerumah temannya di Kelurahan Moneng Sepati, saat perjalanan tersangka mencekik korban dan mengancam dengan pisau.

Akibat kejadian tersebut, korban alami luka pada bagian leher akibat terkena sajam dan kehilangan sepeda motor Yamaha Vega R. Sehingga, korban pun membuat laporan di Polres Lubuklinggau, 8 September 2017.

“Tersangkan sempat bilang kepada korban, kalau tidak memberikan motor akan dibunuh. Dari tangan tersangka kami amankan barang bukti jaket miliknya yang dibelikan menggunakan uang hasil menjual barang curian itu,” tuturnya.

Selain kedua tersangka, Polres Lubuklingau juga merilis satu tersangka pencurian lainnya yakni Martino Aldo Putra (19), warga Jalan Nias, Kelurahan Jawa Kanan, Kecamatan Lubuklinggau Timur II. Ia ditangkap Minggu (10/9) sekitar pukul 02.00 WIB.

Tersangka masuk dalam rumah kos korban dengan cara memanjat tembok dan mengambil 10 pasang sepat.”Barang yang disita dua buah kipas angin dan tiga pasang sepatu wanita,” pungkasnya. Korankito.com/dhia/depe.