Polsek Muara Telang Ringkus Pelaku Pembunuhan Bidi

Suasana gelar perkara dan barang bukti di Mapolres Banyuasin. KORANKITO/WALUYO

Banyuasin- Empat pelaku pembunuhan terhadap Bidi (52), warga Jalan Masjid Lama, Desa Terusan Tengah, Kecamatan Sumber Marga Telang, Kabupaten Banyuasin berhasil diringkus Unit Reskrim Polsek Muara Telang Banyuasin.

Mereka adalah, Hambali (20), Superman alias Super (20), Iman alias Sulaiman (18) dan Naidi (20). Keempat pelaku masih tetangga korban dan diringkus saat berada dikediaman masing-masing, beberapa waktu yang lalu.

Selain keempat pelaku, turut juga diamankan barang bukti berupa satu bilah senjata tajam (sajam) jenis bayonet, kayu rotan sepanjang satu meter, sepasang sandal, kayu gelam sepanjang satu meter, dan jam tangan milik korban.

Kapolres Banyuasin AKBP Andri Sudarmadi didampingi Kasat Reskrim AKP Dwi Satya serta Kabag Ops Kompol Harris Batara dan Kapolsek Muara Telang AKP Hendri mengatakan tertangkapnya pelaku berawal dari adanya laporan keluarga korban di Polsek Muara Telang.

“Menindaklanjuti laporan itu, anggota kita lakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan keempat pelaku yang diduga melakukan penganiayaan terhadap korban hingga meninggal dunia,” katanya saat gelar pekara di Mapolres Banyuasin, Sumsel, Selasa (12/9) siang.

Lebih lanjut, Andri mengatakan kejadiannya terjadi Jum,at (1/9) sekitar pukul 22.00. Dimana sebelum peristiwa naas yang merenggut nyawa Bidi itu terjadi, keempat pelaku terlebih dahulu berkumpul di rumah Superman dan merencanakan aksi pembunuhan tersebut.

Sambung Andri, para pelaku menunggu korban di tempat kejadian perkara (TKP). Saat Bidi melintas hendak pulang kerumah usai menyaksika pertandingan badminton, mereka pun langsung menganiayanya secara bersama dengan menggunakan sajam dan kayu.

Mendapati serangan tersebut, korban berusahan menyelamatkan diri. Namun tersangka HB dan ND mengejar Bidi dan kembali menikam korban dengan sajam. Tak pelak, korban pun tersungkur ke dalam kolam yang berada di sekitar TKP.

“Motifnya, dendam. Tersangka HB ini, merasa dirinya dimata-matai oleh korban kerena pernah melakukan penganiayaan terhadap adik dari kepala desa setempat pada 2016. Takut dilaporkan, jadi tersangka mengajak temannya untuk membunuh korban,” katanya.

Sementara itu, tersangka Hambali mengakui perbuatanya. Ia mengatakan nekat menghabisi nyawa korban lantaran takut dilaporkan oleh Bidi ke pihak kepolisian dengan kasus pengeroyokan yang terjadi pada tahun lalu.

“Dia orang paling mengetahui keberadaan saya pak, jadi timbul niat untuk membunuhnya. Iya, saya sudah siap untuk sanksi yang akan dijatuhkan nanti, hukum mati pun saya siap,” katanya dengan nada tenang tanpa ada rasa penyesalan. Korankito.com/waluyo/depe.