Korban Kebakaran 2015 Pertanyakan Bantuan Pemkab Empatlawang

Ilustrasi/rodi

EMPATLAWANG – Bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empatlawang untuk korban kebakaran yang terjadi di Desa Terusan Baru, Maret 2015 silam, hingga saat ini belum juga diterima oleh korban. Ironisnya, beberapa korban di desa dan kecamatan lain yang terkena musibah serupa di tahun 2015 dan 2016, sudah menerima bantuan.

Bahkan, puluhan korban kebakaran lainnya sudah diberangkatkan umroh oleh Pemkab Empatlawang. “Sementara mertua saya, jangankan berangkat umroh, bantuan yang sudah dijanjikan pun belum ada titik terangnya,” ungkap Alex, salah satu keluarga korban kebakaran di Desa Terusan Baru, Kecamatan Tebing Tinggi pada tahun 2015 yang lalu.

Alex menceritakan, beberapa hari pasca terjadinya musibah kebakaran, ia sudah mengusulkan bantuan ke Pemkab Empatlawang, melalui Kades, Camat hingga ke Pemkab Empatlawang. “Sekda pun sudah beberapa kali saya temui, tapi janjinya untuk memberikan bantuan belum juga terealisasi,” ujarnya.

Menurut Alex, tim survei dari Pemkab Empatlawang sudah turun langsung ke lokasi untuk mendata dan mengecek kebenaran korban kebakaran. Akan tetapi, hingga saat ini berkas hasil survei dimaksud raib entah kemana. “Bahkan saya sudah mengajukan berkas untuk kedua kalinya, saat ini berkas tersebut hilang juga di Bagian Ekobang Sekda Empatlawanh,” jelasnya.

Alex beranggapan, pemberian bantuan terhadap korban kebakaran terkesan tebang pilih. Sebab, keluarganya sebagai korban merasa tidak diperdulikan oleh Pemkab Empatlawang. “Kejadiannya sudah Dua tahun lalu, tapi bantuan yang diharapkan belum kami dapatkan.

Sementara itu, Kabag Ekobang Setda Empatlawang, Marwan Efendi menyatakan, dirinya saat itu belum menjabat sebagai Kabag Ekobang. “Setahu saya, bantuan untuk korban kebakaran pada 2015 lalu, melalui Dinas Sosial. Berbeda dengan korban kebakaran lainnya, yang dibantu melalui dana BTT,” ungkap Marwan.

Disinggung tentang berkas hasil survei yang hilang, Marwan mengatakan kemungkinannya bisa saja terjadi. Sebab, beberapa waktu lalu sebelum ia menjabat sebagai Kabag Ekobang, ada penyitaan berkas dari BPK. “Bisa saja berkas dimaksud termasuk berkas yang disita oleh BPK,” tukasnya.(korankito.com/rodi/mbam)