Gara-Gara Ijazah Palsu, Oknum Anggota DPRD OKI Ditahan

AH, Oknum anggota DPRD dipojok,  saat berada di Kejari OKI.

OKI –  Oknum  anggota DPRD Kabupaten OKI dari Partai Gerindra, AH yang diduga menggunakan ijazah palsu,  akhirnya resmi ditahan Kejaksaan Negeri OKI, Selasa (12/9)

Penahanan tersebut dilakukan setelah berkas perkara ijazah palsu atas nama yang bersangkutan dinyatakan lengkap dan dilimpahkan oleh penyidik Polda Sumsel ke Kejaksaan Negeri OKI.

Pantauan di lapangan, tampak di ruang staf pidana umum (pidum), Kejaksaan Negeri OKI terlihat ramai dan oknum anggota DPRD OKI berinisial AH ini berada di pojok ruangan sembari menutup wajahnya.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Slamet Widodo melalui Kasubdit I Kamneg ditrekrimum Polda Sumsel AKBP Yudi Surya Markus Pinem mengatakan, pihaknya telah melakukan pelimpahan tahap I atau P.21 sejak sepekan lalu dan pelimpahan tahap kedua dilakukan kembali.

Atas kasus tersebut Polda Sumsel juga telah menetapkan yang bersangkutan menjadi tersangka atas kasus penggunaan ijazah akademik yang tidak sesuai persyaratan pendidikan. Sebagaimana dimaksud dalam pasal 263 ayat (1) dan (2) KUHPidana dan atau pasal 266 ayat (1) dan (2) KUHPidana dan atau pasal 68 ayat (2) Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

“Penyerahan berkas P21 tahap 1 dua minggu lalu. Sedangkan tahap 2 atau P21 tahap 2, Senin (11/9) ke Kejati. Namun baru kita serahkan hari ini (Selasa, red)ke Kejari OKI, ” kata dia kepada wartawan via ponselnya, Selasa (12/9).

Menurutnya, Kasus ini bermula dari laporan atas nama, Fadrianto, dengan nomor laporan LPB/986/XII/2015/SPKT pada tanggal 15 Desember 2015 ke Polda Sumsel.
Selanjutnya, keluar surat perintah penyidikan pada tanggal 29 Februari 2016 dengan nomor SP.Sidik/122/II/2016/Ditreskrimum.

 

Kemudian, keluar surat panggilan tersangka dengan nomor SP.Gil/412/II/2017/Ditreskrimum pada tanggal 28 Februari 2017. Hingga akhirnya diserahkan ke Kejari OKI.
Terkait hal tersebut, Kajari OKI Viva Hari Rustaman SH mengatakan, dirinya belum menerima laporan dari stafnya terkait adanya pelimpahan tahap kedua oknum anggota DPRD OKI yang terbelit dugaan ijazah palsu.
“Berkasnya belum sampai kemeja saya, jadi saya belum bisa memberikan keterangan. ” ujar Viva.

Informasi yang dihimpun, terungkapnya pengunaan dugaan ijazah palsu yang dilakukan oknum anggota DPRD OKI AH berawal dari laporan salah satu LSM di Sumsel yang menyebutkan, saat registrasi pencalonan oknum anggota DPRD atas nama AH diduga menggunakan ijazah palsu.

Ijazah oknum tersebut dengan Nomor Induk Mahasiswa (NIM) 03060177 dari salah satu universitas swasta yang ada. (korankito.com/endri/mbam)