Prihatin Dengan Nasib Kaum Rohingya Di Myanmar, Ini Yang Dilakukan Anak Usia Dini

Aksi damai anak didin PAUD-SD Khoiru Ummah 15 Palembang. Foto/ejak

Palembang – Puluhan anak didik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar (SD) Khoiru Ummah 15 Palembang yang terletak di jalanBasuki Kelurahan Kalidoni, menggelar aksi damai untuk membela kaum muslim di Rohingya, Myanmar, Selasa (12/9).

Sebagai bentuk solidaritasnya, puluhan anak didik PAUD-SD Khoiru Ummah 15 Palembang menggelar aksi damai untuk memberikan dukungan moril dan do’a kepada saudaranya sesama muslim di Rohingya, Myanmar.

“Hentikan kekerasan terhadap kaum muslim di Rohingya,” teriak puluhan anak didik PAUD-SD Khiru Ummah 15 Palembang saat menggelar aksi damai peduli Rohingya di halaman sekolahnya, Selasa (12/9).

Salah satu siswa kelas VI SD Khoiru Ummah 15 Palembang Delisa mengaku, dirinya sangat merasa kasihan terhadap apa yang dialami oleh kaum muslim di Rohingya. “Yang saya lihat dari media, mereka ada yang dibakar, dipenggal, dibunuh secara brutal. Saya sangat kasihan kak, saya berharap agar kejadian ini dapat segera teratasi,” ucapnya sembari memegang tulisan-tulisan dukungan terhadap Rohingya.

Sementara itu, Kepala PAUD-SD Khoiru Ummah 15 Palembang Nurlela mengatakan, dari kejadian ini pihaknya mengajarkan kepada anak didiknya bahwa saling menyakiti antar umat beragama itu tidak baik, apa lagi hingga melakukan pembantaian seperti yang terjadi di Rohingya. “Maka dari itu kita gelar aksi damai ini sebagai salah satu upaya agar mereka juga dapat merasakan langsung bagaimana rasanya memberikan dukungan moril kepada sesama,” katanya.

Selain itu, ini juga sebagai pembelajaran dalam bahasa Indonesia dan geografi serta tidak melepas tali persaudaraannya terhadap sesama. “Disini juga mereka dapat menuangkan ekspresinya melalui tulisan, ada uang menulis puisi dan tulisan-tulisan motivasi serta dukungan moril lainnya. Kalau untuk pembelajaran geografis, mereka dapat melihat lokasi tersebut di peta,” pungkasnya. (korankito.com/ejak)