Pendukung SFC Desak Manajemen Segera Evaluasi Pemain

KORANKITO/IST

Palembang- Buruknya penampilan Sriwijaya FC dalam mengarungi kompetisi Liga Satu Gojek Traveloka menuai kecaman pendukung Laskar Wong Kito, salah satunya kelompok suporter Sriwijaya Mania (S-Man).

Ketua suporter S-Man yakni Edy Ismail mengatakan harus ada evaluasi terhadap seluruh pemain, mengingat permasalahan bukan di lini belakang saja yang dianggap keropos, tetapi mental pemain pun harus segera di perbaiki.

“Saya rasa semuanya harus di evaluasi tanpa ada terkecuali, kita punya banyak pemain tapi tetap saja tidak bisa mengangkat performa tim, punya marque player tapi sedikit berkontribusi, banyak pemain muda tapi minim jam terbang” ujarnya.

Ia juga masih mempertanyakan kontribusi pemain anyar Sriwjaya FC yakni M. Robby yang saat ini tak pernah sekalipun berlaga membela tim kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan ini

“Robby saya lihat belum pernah di mainkan, kalau masih cidera , seharusnya jangan membeli pemain yang cidera, ujung ujungnya nggak bisa dimainkan, itu sama saja bohong, SFC ini bukan rumah sakit,” tegasnya.

Lanjutnya ia berharap agar tim segera berbenah, dan memperbaiki hasil buruk.  Dikarenakan bukanlah juara yang mereka inginkan tetapi menanglah yang menjadi prioritas utama.

“Saya meminta agar manajemen segera berbenah kalau mau lanjut di liga satu, bukan hanya ganti pelatih terus, pelatih sudah memberikan materi yang bagus hanya saja memang mental tim yang harus di angkat. Sekalipun pelatih sekelas Moreuno pun tapi pemainnya seperti ini tidak akan bisa mengangkat performa tim. Kami tidak butuh juara, tapi kami rindu kemenangan,” ucapnya.

Disisi lain, Manajer SFC Nasrun Umar berniat akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh pemain, khususunya pada pemain yang terbilang sudah memasuki habis masa, hal ini dilakukan untuk kebangkitan SFC musim depan.

“Mungkin ini belum waktunya SFC untuk bangkit, nanti setelah berakhirnya musim ini, akan ada evaluasi yang menyeluruh, karena saya lihat ada beberapa pemain yang masanya sudah habis, dan nanti kita akan adakan evaluasi,” ujar Nasrun saat di temui awak media usai menghadiri Hari olahraga Nasional..

Menurutnya evaluasi telah dilakukan sejak putaran pertama lalu, dan lini belakang merupakan sasaran empuk yang menjadi prioritas utama evaluasi tim. Menurutnya, beberapa pemain telah menampal kekeroposan di lini belakang, namun nyatanya SFC dihadapkan dengan persoalan baru lagi.

“Kalau selama ini evaluasinya di lini belakang, dengan masuknya Ahmad Faris, Robi dan Dominggus fakdawer semuanya saya rasa sudah selesai. Ternyata ada permasalahan baru lagi, ada pemain yang usianya sudah cukup matang bagi saya, dan dengan adanya ini saya akan lakukan evaluasi secara bijak, mengingat mereka juga sudah cukup lama berada di SFC,” ujarnya.

Ia mengaku telah beberapa kali memberikan ultimatum terhadap pemain yang tidak terlihat tajam dalam berduel dilapangan. Akan tetapi SFC memang tengah mengalami keterpurukan mental dan posisi, dan tidak mungkin baginya menambah tekanan di saat seperti ini.

“Sudah saya lakukan, tapi lebih dari itu saya rasa tidak etis melakukan press terhadap mereka karena memang kondisinya seperti itu, mau diapakan lagi, dan saya meminta maaf kepada masyarakat Sumsel, saya tidak bisa mengangkat tim ini ke papan atas, tapi Insya Allah kami akan berusaha mengangkat SFC diposisi semestinya,” tutupnya. Korankito.com/Nisa/Depe.