Otak Perampokan Taksi ‘Online’ Dihadiahi Timah Panas

Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Zulkarnain Adinegara, saat membincangi salah satu pelaku pembunuh sadis sopir taksi online. KORANKITO/ADI

Palembang- Setelah kabur selama 18 hari, Herwan alias Iwan (19), warga Desa Sungai Lilin, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin, tersangka pembunuhan sadis sopir taksi online Edwar Limba, berhasil diciduk satuan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel.

Namun, hendak ditangkap dari persembunyiannya di Desa Ulak Kemang, Kecamatan Pampangan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) pelaku hendak melarikan diri. Tak ayal, petugas pun menghadiahi pelaku dengan timah panas di kakinya,

Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Zulkarnain Adinegara mengatakan, beberapa waktu yang lalu pihaknya menangkap salah satu otak pembunuhan sadis sopir taksi online yang terjadi pada Senin (21/8) lalu.

“Jadi hingga saat ini sudak ditangkap sebanyak 4 orang dari 5 pelaku pembunuhan. Sementara untuk satu orang lagi masih dalam pengejaran petugas. Satu yang kita tangkap ini merupakan salah satu otak pelaku, dan dia (Iwan, red) berperan sebagai menjerat leher korban dengan menggunakan seling,” katanya, pada saat gelar perkara di Mapolda Sumsel, Senin (11/8).

Ia menjelaskan, pada saat tim rimau 1 dan 4 dari mendatangi tempat persembunyiannya, tersangka menyerang petugas menggunakan sebilah senjata tajam (sajam) jenis parang, dengan cara membabi buta maka petugas mengambil tindakan tegas dengan menghadiahi tersangka timah panas.

“Kami akan terus kejar pelaku pembunuhan sadis ini. Tindakan ini agar memberikan efek jera kepada para pelaku pencurian dengan kekerasan di wilayah hukum Sumsel. Melawan kita sikat,” ujarnya.

Lebih lanjut Zulkarnain mengatakan, dari lima pelaku terdapat tiga pelaku yang menjadi otak pembunuhan. Masing-masing mempunyai tugas tersendiri misalnya, Iwan ini saat dalam perjalanan duduk tepat belakang sopir melakukan penjeratan menggunakan kawat seling, kemudian korban melawan pelaku Aldo yang duduk samping sopir melakukan penusukan dengan sebilah pisau, kemudian Ari memegangi korban saat melawan. Sementara dua rekannya lagi inisial R (DPO) dan Ucok nunggu di tempat kejadian.

“Dari modus operandi yang dilakukan oleh para pelaku ini memang sudah terencana dan membawa peralatan pun sudah dari rumah. Jadi para pelaku dijerat dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dan 365 KUHP pencurian dengan kekerasan,” bebernya.

Sementara itu, tersangka Iwan mengatakan, pencurian dengan kekerasan yang memang sudah direncanakan dan targetnya sopir taksi online. Dirinya bertugas melakukan penjeratan dari belakang dengan menggunakan seling yang sudah disiapkan sebelum perjalanan.

Pada saat tiba di Talang Kepala, dirinya mendapat isarat dari rekannya untuk melakukan eksekusi. Lalu tanpa pikir panjang dirinya langsung menjerat korban dari belakang dengan menggunakan seling.

“Saya diajak Aldo rencananya mobil tersebut akan kami jual, dan uangnya untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selama pelariannya dirinya ke Desa Jalur 20, Kecamatan Muara Padang Banyuasin selama tiga hari. Selanjutnya berpindah tempat ke desa Ulak Kemang, Kecamatan Pampangan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

“Saya sengaja berpindah tempat agar tidak diketahui oleh polisi, pada saat di OKI saya ditempat keluarga,” pungkasnya. Korankito.com/adi/depe.