Kalah Lawan Barito Jadi Kado Ultah Kayamba

KORANKITO/NISA

Palembang- Kegagalan Sriwijaya FC meraih poin penuh saat laga melawan Barito Putera, Minggu (10/9) sore di stadion Banjarmasin seolah menyisakan duka bagi Keith Kayamba Gumbs.

Pasalnya, asisten pelatih laskar wong kito tengah merayakan hari ultah tepat sehari setelah laga pekan 23 kompetisi Liga1 Indonesia 2017 tersebut, kekalahan SFC kali ini sekaligus menjadi kado ultah baginya.

Namun Kayamba enggan memikirkan hal tersebut dan mengaku tetap berpikir positif. “Kecewa itu pasti, karena saya tahu mereka bisa berbuat lebih dan mendapat hasil yang positif. Tetapi tidak boleh larut dalam kesedihan, mereka mesti cepat bangkit,” jelasnya saat dihubungi Senin (11/9) siang.

Dirinya pun mengaku tidak menyesal menerima pinangan dari manajemen SFC meskipun saat ini klub yang pernah dibelanya selama lima musim ini tengah berada dalam periode sulit.

“Dalam kondisi normal, mungkin orang lain akan mencari klub yang sedang di atas atau peluang juara. Tetapi saya punya hubungan baik dengan manajemen, masyarakat dan suporter SFC sehingga memutuskan bergabung, saya juga yakin bisa membantu tim ini bangkit nanti,” tegasnya.

Kayamba sendiri menitipkan pesan kepada seluruh suporter SFC untuk terus mendukung klub kebanggaan masyarakat Sumsel ini dengan cara yang positif.

“Sama seperti saat saya masih bermain dulu, semua pasti ingin menang dan juara. Tetapi sekarang situasinya berbeda, tetapi kita harus saling membantu. Pemain, pelatih, manajemen dan suporter mesti bersama-sama, karena itu walau mengerti perasaan suporter, tetapi saya terus berharap agar mereka tidak lelah memberikan dukungan dengan positif,” tambahnya.

Terkait ultahnya yang ke-44, ayah dari 2 putra ini menyatakan tidak memiliki doa khusus dan hanya berharap diberikan kesehatan. “Yang penting sehat sehingga bisa terus berbuat baik dan bermanfaat kepada sesama. Doa saya hanya itu, sederhana seperti filosofi bermain sepakbola saya selama ini,” bebernya.

Menurutnya, usai pensiun dari lapangan hijau, selain melanjutkan studi, dirinya pun menyempatkan diri menjadi relawan di sebuah sekolah bagi penderita autis/berkebutuhan khusus di Australia.

“Selama dua kali dalam sepekan, saya bertemu dan melayani mereka. Hal ini membuat kita dapat lebih merasakan dan peduli terhadap sesama, doa saya tadi sangat sederhana karena saya harus sadar dari mana dulu berasal, dengan semua apa yang saya alami dan dapatkan, maka saya wajib bersyukur kepada Tuhan YME,” pungkasnya. Korankito/nisa/depe.