SFC Kembali ‘Keok’

Foto/nisa

Banjarmasin- Sriwijaya FC harus kembali menelan pil pahit, usai ditumbangkan tuan rumah dengan skor 2-0 dalam lanjutan Liga Satu Gojek Traveloka di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Minggu (10/9) petang.

Dua gol bersarang ke gawang Laskar Wong Kito diciptakan oleh Hansamu Yama menit 17 dan Douglas Parker di pengujung babak pertama tepatnya menit ke 44.

Bermain dihadapan publik sendiri, Barito Putra tampil menyerang sejak peluit kick off babak pertama ditiupkan oleh wasit, tercatat beberapa pelaung yang didapat oleh tim berjuluk Laskar Antasari tersebut.

Barito berhasil menggungguli tim tamu di menit 17. Tendangan bebas Matias Cordoba, disambut sontekan pelan Hansamu Yama yang ditidak terkawalkan dari pemain belakang SFC. Hal ini membuat kiper SFC Sandy harus memungut bola dari dalam gawangnya.

Tertinggal 1-0, anak asuh Hartono Ruslan mencoba tampil menyerang. Alhasil di menit 20, Hilton Moreira mendapatkan peluang emas, namun sepekannya masih dapat ditepis Aditya Harlan. Empat menit kemudian, tendangan Beto menyamping tipis di sisi kiri gawang.

Diakhir babak pertama, pendukung Barito kembali besorak gembira setelah Douglas berhasil merobek gawang SFC. Memanfaatkan umpan Willian Lira, Douglas menempatkan bola ke sisi gawang yang tak mampu dijangkau oleh Sandy.

Usai turun minum, babak kedua baru berjalan dua menit Alberto Goncalves sukses memberi kejutan ke gawang Aditya. Namun sayang sundulan dari pemain asal Brasil ini hanya berada di sisi kanan gawang Barito.

Dua menit berselang, giliran Hilton yang mendapatkan peluang. Akan tetapi, lagi-lagi tendangannya berhasil ditepis kiper Barito.

Barito bisa saja memperlebar keunggulan di menit 78, namun gol yang disarangkan TA Musafry dianuliri wasit lantaran dianggap melanggar kiper pengganti Teja Paku Alam. Menjelang akhir pertandingan, gol Maulana Abdulhaq kembali dianulir karena sang pemain dianggap berada dalam posisi off-side.

Skor 2-0 untuk keunggulan tuan rumah tetap bertahan hingga usai pertandingan. Dari hasil ini Barito Putera berhasil nangkring diposisi 11 dengan mengemas 31 poin, sedangkan Sriwijaya Fc tetap bertahan diposisi 11 dengan mengantongi 28 poin.

Pelatih Kepala SFC Hartono Ruslan menyebutkan kekalahan yang didapat anak asuhnya dikarenakan ada kelengan dari skuad Laskar Wong Kito. “Anak-anak sudah bekerja keras, kita sudah maksimal tapi memang Barito lebih baik dari kita dan mengenai dua gol itu kami akui itu kelengahan kami,” ujar Hartono seusai pertandingan.

Ia juga menyebutkan faktor berganti duet di posisi central bek merupakan masalah krusial yang tengah dihadapi SFC. Ia mengaku belum menemukan pemain yang cocok untuk menghuni posisi lini belakang yang masih dianggap rawan dan sering dijadikan sasaran empuk tim lawan.

“Bisa juga karena tidak kehadiran salah satu pemain, jadi kita sering berganti duet posisi pemain belakang. Jadi kita belum menemukan pemain yang kompak dilini belakang, kadang akumulasi dan kadang cidera, kita belum punya pertahanan devender,” papar pelatih asal Solo ini.

Sementara itu pelatih kepala Barito Putera Jecksen F. Tiago mengapresiasi kerja keras anak asuhannya itu, karena mampu mengangkat posisi dengan hasil yang telah di torehkan timnya itu.

“Saya sangat berterima kasih atas usaha dan kerja keras pemain, kita berhasil mendapatkan poin penuh di rumah kita sendiri, dan juga bisa mengangkat posisi kita di klasemen, saya apresiasi hasil ini karena kita juga sukses melakukan tekanan terhadap lawan terutama di babak pertama, sehingga bisa memenuhi target,” ungkapnya.

Sedangkan Hansamu Yama cukup puas dengan hasil yang telah di capai timnya saat berduel dengan SFC. “Kita semua menang dan dapat meghasilkan nyaris tiga gol, saya pribadi sangat senang bisa bergabung kembali di Barito Putera, mudah mudahan kita bisa memberikan hasil yang terbaik untuk peetandingan berikutnya.” Pungkasnya. Korankito.com/nisa/depe.