Harnojoyo Kembali Ingatkan Warga Tidak Buang Sampah di Sungai

Kegiatan gotong-royong jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang membersihkan Sungai Rendang, Kelurahan 16 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) I Palembang, Minggu (10/9). Foto/Ist.

Palembang – Walikota Palembang H. Harnojoyo mengatakan, kesadaran masyarakat akan lingkungan dan kebersihan sungai masih sangat kurang, Hal ini tampak dalam kegiatan gotong-royong yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang beserta jajaran yang mengambil lokasi Sungai Rendang di Keluarahan 16 Ilir Kecamatan Ilir Timur (IT) I Palembang, Minggu (10/9).

Tampak, Sungai Rendang yang langsung mengalir ke Sungai Musi, merupakan salah satu urat nadi kehidupan bagi masyarakat di Kelurahan 16 Ilir dan sekitarnya. Namun kondisinya sangat memprihatinkan, yang mana air sungai berwarna hitam pekat dan berbau, penuh dengan sampah rumah tangga bahkan pohon-pohon besar menghiasi pemandangan sungai tersebut.

“Inilah kondisi sungai kita, karena ulah kita sendiri yang tidak peduli dengan lingkungan,” ungkap Harnojoyo

Karena itu, jelasnya melalui gerakan gotong-royong yang rutin dilakukan setiap minggunya, diharapkan bisa merubah perilaku masyarakat. Dengan begitu akan tumbuh kesadaran di dalam diri masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai dan tidak membuang sampah lagi di sungai.

“Mudah-mudahan dengan gotong-royong hari ini masyarakat sadar akan lingkungan, dan terbukti banyak masyarakat yang semangat ikut gotong royong dan mengatakan tidak akan buang sampah disungai lagi,” ujarnya.

Dan kegiatan gotong-royong ini, tambahnya tidak hanya di pusatkan di satu titik saja. Setiap minggunya hampir di lakukan di setiap kelurahan. Salah satu warga sekitar yang mengikuti kegiatan gotong-royong, Wahyudi (34) mengaku sangat tergugah dengan aksi yang dilakukan Walikota Palembang.

“Kalau lihat pak walikota turun bersama masyarakat ikut masuk sungai membersihkan sungai, kami jadi malu, karena kotornya sungai ini akibat ulah dari kami yang tidak peduli. Kami jadi tergugah untuk tidak lagi mengotori sungai ini,” kata Wahyudi. (korankito.com/raya/amel).