Fauzan Diserang Diduga ‘Genk Motor’

Paman korban saat membuat laporan di SPKT Polresta Palembang. KORANKITO/DEPE.

Palembang- Nasib malang menimpa Fauzan (15), ia harus dilarikan ke Rumah Sakit Muhammad Husein (RSMH) Palembang setelah mengalami luka tusuk dibagian punggung belakang sebelah kiri.

Korban diserang yang diduga sekelompok genk motor yang berjumlah sembilan orang dengan menggunakan senjata tajam (sajam) pedang di dekat rumahnya Jalan Pangeran Antasari, Kelurahan 14 Ilir, Kecamatan IT I Palembang.

Pascakejadian itu, paman korban Muhammad Herry (33) mendatangi Mapolresta Palembang untuk melaporkan kejadian yang menimpa keponakannya, Minggu (10/9) sekitar pukul 14.00.

Herry mengatakan, berdasarkan keterangan dari keponakannya tersebut, kejadiannya berawal saat ia sedang bermain bola bersama teman-teman di seputar tempat tinggalnya, sekitar pukul 02.00 dini hari tadi.

Kemudian, datang sembilan orang pelaku yang mengendarai tiga unit sepeda motor dengan berbonceng tiga, dua diantaranya langsung turun dan mengejar korban bersama teman-temannya sambil membawa pedang.

“Kejadiannya tadi malam pak, saya mendapatkan kabar dari kakak perempuan saya kalau adik saya dibegal, jadi saya buat laporan disini. Keterangan korban, mereka pelaku orang sembilan,” ungkapnya.

Dikarenakan korban terjatuh, lanjut Herry, pelaku menikamkan senjata tajamnya kearah punggung sebelah kiri korban hingga membuat Fauzan terkapar bersimbah darah dan selanjutnya pelaku pun langsung kabur.

“Tidak ada yang hilang, motor dan ponselnya ada. Korban dan temannya sedang bermain bola, datang mereka langsung mengejar korban sambil membawa sajam. Korban tidak kenal mereka,” tambah Herry.

Menurutnya, saat ini korban sedang mendapatkan perawatan di rumah sakit atas luka yang dialaminya. “Kata dokter mau dioperasi karena terkena paru-paru, saya harap pelaku cepat ditangkap,” tuturnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui KA SPKT Ipda Dhennie mengatakan pihaknya sudah menerima laporan dari korban dan akan segera diselidiki.

“Korban sudah membuat laporan dengan kita dan akan segera diproses oleh anggota Reskrim. Saat ini, kita sudah meminta korban untuk melakukan visum sementara,” tutup Dhennie. Korankito.com/depe.

AN