Dewan OI Tolak Full Day School

Indralaya – Rencana pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, yang akan menerapkan full day school secara umum terus mendapat penolakan dari berbagai daerah, salah satunya dari Kabupaten Ogan Ilir (OI). Seperti yang diungkapkan salah satu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ogan Ilir (OI) dari Partai Gerindra, Huzaimi.

Menurut Huzaimi, yang merupakan senator asal daerah pemilihan Kecamatan Tanjung Batu dan Payaraman tersebut, full day school dapat menghilangkan kesempatan anak didik untuk mengenyam pendidikan agama khususnya anak SD dan SMP.

“Biasanya anak SD dan SMP itu kan kalau pulang sekolah langsung belajar ngaji di Madrasah Diniyah, kalau full day school ini diterapkan maka tidak ada waktu lagi untuk belajar ngaji di Madrasah Diniyah. Kalau hanya mengandalkan kegiatan ekstra kurikuler keagamaan di sekolah, itu belum maksimal untuk memberikan pendidikan agama bagi anak-anak,” ujarnya.

Ia menambahkan pendidikan agama sangat penting diterapkan sejak dini, agar jika dewasa nanti anak-anak dapat membentengi diri dengan ilmu agama.

Kalau tidak bisa lagi belajar di Madrasah Diniyah bagaimana anak-anak mau belajar ilmu agama. Mungkin di kota-kota besar full day school bisa diterapkan, tetapi kalau di Ogan Ilir ini cukup sulit, apalagi Ogan Ilir ini adalah Kota Santri.

“Jika full day school diterapkan hal tersebut dapat menghambat program Bupati Ogan Ilir HM Ilyas Panji Alam yaitu program satu desa satu Madrasah Diniyah, kalau full day school diterapkan dan anak-anak tidak punya waktu untuk belajar di Madrasah Diniyah, bagaiman program itu dapat direalisasikan,” katanya. (korankito.com/harry/amel)