Ketua DPRD Empatlawang Kunjungi Korban Kebakaran dan Beri Bantuan

H David Hadrianto, didampingi anggota DPRD lainnya, saat mengunjungi dan memberikan bantuan kepada korban kebakaran di Desa Batu Ampar, Lintang Kanan, Kamis (8/9). (rodi)

EMPATLAWANG – Ketua DPRD Empatlawang, H David Hadrianto bersama beberapa anggota DPRD lainnya, mengunjungi lokasi kebakaran di Desa Batu Ampar, Kecamatan Lintang Kanan, Jumat (8/9). Dalam kujungan tersebut, sekaligus memberikan bantuan berupa beras, mie instan, air mineral dan uang tunai bagi korban puluhan Kepala Keluarga (KK) korban kebakaran.

“Ini adalah musibah yang harus diterima dengan sabar, semoga ada hikmah yang terbaik dibalik semua ini,” ungkap David, disela-sela kunjungannya dilokasi kebakaran.

Lanjut David, ia sengaja datang langsung ke lokasi dan menunda rapat di DPRD, supaya mengetahui secara pasti kondisi para korban kebakaran. “Tadi sudah saya laporkan ke Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin. Insya Allah ada bantuan yang lebih besar dari Provinsi Sumsel,” imbuhnya.

Atasnama lembaga DPRD dan secara pribadi, David turut berduka cita atas musibah yang menyebabkan puluhan KK dan ratusan jiwa kehilangan tempat tinggal. “Semoga ini musibah yang terakhir, dan digantika rizki yang berlimpah oleh Allah SWT,” tukasnya.

Sementara itu, Lion Kepala Desa (Kades) Batu Ampar menyatakan, terima kasih atas perhatian dan bantuan yang sudah diberikan oleh Ketua DPRD Empatlawang beserta rombongan. “Tentunya kami sangat berharap bantuan dari berbagai pihak, untuk meringankan beban korban kebakaran,” ujar Lion.

Pantauan di lapangan, Kamis (8/9) hingga pukul 15.00 WIB, bantuan sudah mulai berdatangan. Seperti dari SD Lintang Kanan dan desa tetangga serta Ketua DPRD Empatlawang. Sementara bantuan dari Pemkab Empatlawang, belum ada sama sekali. “Kabarnya sudah dijalan bantuan dari Pemkab, namun hingga saat ini belum tiba kesini,” tegas Lion.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, telah terjadi musibah kebakaran di Desa Batu Ampar, Kecamatan Lintang Kanan, terjadi pada Kamis (7/9) sekitar pukul 19.00 WIB. Sebanyak 12 unit rumah warga rata dengan tanah. Diisi oleh 12 KK dan 55 jiwa. Sedangkan 13 unit rumah rusak berat, terdiri dari 14 KK dan 63 jiwa. Sementara rusak ringan sebanyak 6 unit rumaj, terdiri dari 11 KK dan 41 jiwa.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materi diperkirakan mencapai Milyaran rupiah. Diduga, kebakaran diakibatkan oleh hubungan arus pendek listrik.(korankito.com/rodi/mbam)