Bejat! Ayah Tiri Tega Gagahi Bocah 13 Tahun

Tersangka saat memberikan keterangan di kantor polisi. Foto/endri

OKI –  Guna memuaskan nafsu bejatnya, Nurhasim (65) warga Desa Tanjung Sari,  Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), tega menggagahi anak tirinya yang masih bocah sebut saja bunga (13) hingga berkali kali.

Atas kelakuannya tersebut,  Nurhasim yang sudah 9 tahun ditingalkan mati oleh istrinya ini,  terpaksa diamankan jajaran PPA Polres OKI untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Kamis (7/9) Informasi yang dihimpun perbuatan cabul itu, telah dilakukan sejak setahun lalu. Dan akhirnya korban pun melarikan diri, hingga akhirnya diamankan pihak kepolisian.

Kapolres OKI AKBP Ade Harianto melalui Kasat Reskrim Polres OKI AKP Haris Munandar menjelaskan bahwa aksi tersangka telah dilakukan sejak 2016 lalu.

Dalam sebulan rata-rata korban tiga kali dicabuli, tersangka melakukan hubungan layaknya suami istri. Atas tindakannya tersangka dijerat pasal 81 ayat 2 UU RI No. 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
“Karena korban masih dibawa umur maka,  bersama Dinsos OKI korban dititipkan di salah satu pondok pesantren. Hal ini guna memulihkan psikologi dan memberikan hak pendidikan untuk korban,” ujar Haris

Barang bukti yang diamankan satu rok panjang warna cokelat, satu baju kaos lengan panjang warna hitam, satu bra warna hitam dan biru dengan motif bunga-bunga warna merah, putih, kuning serta satu celana dalam warna cream.

“Tersangka masih dalam pemeriksaan lebih lanjut dan akan kita proses,” tukasnya.

Sementara tersangka mengaku, dirinya melakukan perbuatan itu karena khilaf saat melihat korban tidur pulas. “Sudah lama ditinggal istri saya (ibunya korban) jadi khilaf,” sesalnya.

Tersangka dan korban tinggal se rumah,  bahkan saat kejadian, di rumah tersebut ada nenek korban, kakak tirinya dan adik se-ayah.

“Agar tidak berontak dia (korban) diimingi beli handpone baru, jadi dia mau. Selanjutnya setiap ada kesempatan saya setubuhi tapi cuma tiga kali selama setahun,” ungkap tersangka yang bekerja sebagai penyadap karet ini. (korankito.com/endri/hms)