PGRI Sumsel Dorong Sekolah Jalankan UNBK

Pengurus PGRI Sumse berfoto bersama. Foto/ist

Palembang – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sumatera Selatan (Sumsel) dorong sekolah jalankan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 100 persen pada 2018 mendatang.

Sesuai dengan intruksi Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), jenjang sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) di Sumsel akan terus mengupayakan pelaksanaan UNBK pada 2018 mendatang.

Ketua Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) Sumsel Mirza Fansyuri melalui pengurus Dikdasmen Bonny Syafrian mengatakan, dengan harapan peningkatan upaya integritas kejujuran agar mutu pendidikan bisa meningkat, pihaknya mengupayakan pada 2018 mendatang sudah banyak yang menjalankan UNBK.

Saat ini, lanjutnya, untuk jenjang SMP baru 18 persen sekolah yang menjalankan UNBK, Jenjang SMA ada 56 persen dan SMK sudah mencapai 93 persen. “Harapan dari kementerian, pada 2018 agar penerapan UNBK untuk SMP sudah harus diatas 80 persen. Sedangkan untuk jenjang SMA harus diatas 85 persen dan SMK harus mencapai 100 persen,” ungkapnya dalam Rakerda ke-36 YPLP Provinsi PGRI Sumsel di Gedung Guru Sumsel, Kamis (7/9).

Oleh karena itu, pihaknya berupaya mendorong pemerintah untuk melakukan kerjasama terkait pelaksanaan UNBK mendatang. “Selama beberapa sekolah sudah berupaya memakai sistem UNBK. Bahkan ada yang nekat, berusaha luar biasa menyediakan fasilitas hingga menumpang ke sekolah lain. Makanya kita mndorong seluruh SMP, SMA/SMK bisa menggelar UNBK ini,” jelasnya.

Sementara itu, ketua YPLP PGRI pusat Sugito menuturkan, selaku organisasi guru non pemerintahan, PGRI selalu mengevaluasi kebijakan pemerintah terutama terkait regulasi pendidikan. Makanya dalam kebijakan yang baru keluar, pihaknya turut mengkaji apakah layak diterpakan atau mempersulit. “Intinya kebijakan apa yang sangat membantu akan kita dukung. Namun beberapa kali juga sempat ada kebijakan yang kita kritisi karena cukup memberatkan sekolah maupun guru,” imbuhnya. (korankito.com/ejak)