Cetak KTP-el Cuma 3 Menit, Ini Penjelasan Harnojoyo

Walikota Palembang, Harnojoyo saat melakukan pemantauan langsung pencetakan KTP-el di Kecamatan Ilir Timur (IT) I Palembang. Foto/Raya.

Palembang – Peningkatan pelayanan publik yang di lakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, salah satunya dengan mempermudah masyarakat yang ingin membuat kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el). Yang mana saat ini, dari 18 kecamatan yang ada, 16 kecamatan sudah bisa melayani pencetakan KTP-el. Hal ini diungkapkan Walikota Palembang Harnojoyo saat kembali melakukan peninjauan pencetakan KTP-el di Kecamatan Ilir Timur (IT) I Palembang, Kamis (7/9).

“Cukup dengan menunggu selama 3 menit, warga sudah bisa mendapatkan KTP-el mereka,” ungkapnya.

Hanya saja, jelas Harnojoyo, warga jangan sampai salah kaprah mengartikan dengan waktu tiga menit tersebut, sudah bisa mencetak KTP-el mereka. Karena pencetakan KTP-el tersebut hanya bisa dilakukan warga yang sudah melakukan perekaman sebelumnya dengan data yang telah lengkap.

“Untuk membuat KTP-el itu prosesnya tidak bisa satu hari langsung jadi. Tentu harus melengkapi data dulu. Data ini nanti di laporkan ke Disdukcapil yang akan terkoneksi dengan pusat, setelah itu baru perekaman. Terstrukturlah mekanismenya.  Nah 3 menit itu memang khusus untuk pencetakan KTP-el nya saja untuk warga yang telah melakukan perekaman dengan data yang lengkap,” jelasnya.

Menurut Harnojoyo, dengan telah bisanya pencetakan KTP-el tersebut di setiap kecamatan masing-masing, dapat mempermudah warga yang akan membuat KTP-el, selain itu juga mengurangi penumpukan di Disdukcapil. Bahkan dengan waktu tunggu yang sebentar, masyarakat tidak perlu antri dan menunggu dalam waktu yang lama.

“Kecuali kalau terjadi kendala pada mesin cetaknya misalnya pada temperatur atau suhu yang panas tentu akan ada kendala karena mesin akan mati sendiri dan kalau dingin ya harus di panaskan dulu. Estimasi dengan waktu seperti itu dalam sehari bisa melakukan 160 pencetakan KTP-el,” bebernya.

Selain itu tambahnya, pencetakan tersebut hanya berlaku untuk masyarakat yang berstatus print ready record (PRR) atau yang sudah melakukan perekaman sebelumnya maupun yang baru melakukan perekaman.

“Pencetakan kini sudah bisa dilakukan di 16 kecamatan, untuk dua kecamatan yang baru masih menginduk di kecamatan yang ada seperti Kecamatan Jakabaring menginduk ke Kecamatan SU I dan Ilir Timur III ke Kecamatan IT II,” tukasnya. (korankito.com/raya/amel).