Benarkah Bandar Kerajaan Sriwijaya Ada di OKI? (2)

Keong emas yang ditemukan oleh warga yang diduga merupakan peninggalan jaman kerajaan Sriwijaya. KORANKITO/IST

Tak lama berselang, kami pun tiba di Kantor Camat Cengal yang disambut oleh Gotot Holden yang merupakan pejabat sementara Kepala Desa (Kades) Talang Rimba, Kecamatan Cengal, Kabupaten OKI. Sejurus itu juga, datang warga setempat yang diketahui bernama Ringgu Umang atau yang dikenal dengan panggilan Ringgu.

Ringgu sudah akrab dengan kami, wajar saja dialah yang selama menjadi penghubung bagi orang luar yang akan melakukan penelitian atau sekedar berkunjung terkait penemuan benda-benda bersejarah di tempat ini.

“Sejak musibah kebakaran hutan tahun 2015 lalu, masyarakat disini mencari peruntungan (benda bersejarah) di sana pak,” kata Ringgu sambil jari tangan kanannya menunjuk kearah Pantai Timur.

Dijelaskannya, sejak tiga tahun ini warga desanya, dihebohkan penemuan-penemuan benda berharga. Tahun 2015 lalu penemuan di wilayah Sungai Bagan, Kanal 12, Pulau Tengkorak, Pulau Pisang dan Kemada serta beberapa situs di wilayah Desa Ulak Kedondong, Kecamatan Cengal.

Baru-baru ini, tambahnya, ada penemuan lagi namun wilayah yang berbeda, yaitu di Talang Petai, Desa Simpang Tiga, Kecamatan Tulung Selapan. Bahkan kata dia, minggu lalu ada warga yang menemukan emas berbentuk keong namun sayangnya keong emas tersebut sudah dijual warga ke toko emas di Palembang.

“Kesana butuh waktu dua jam dengan naik perahu, menyusuri sungai menuju arah Selat Bangka. Sewanya, bisa Rp1 juta dan harus menginap di sana, nanti kalau sudah selesai di jemput lagi,” ujar Ringgu kepada kami sambil berjalan menuju rumah Qori.

Qori merupakan salah satu warga sekitar yang juga mencari peruntungan dari benda-benda sejarah. Menurutnya, dari sekian banyak warga yang mendulang emas, Qori adalah yang paling sering beruntung.

“Saya saja sudah berkali-kali kesana, tapi tidak pernah dapat. Mungkin bukan peruntungan saya,” katanya sambil tersenyum kecil kepada kami.

Kaki kami pun terhenti di sebuah rumah panggung yang berada di tepian Sungai Cengal. Benar, ternyata inilah rumah Qori pencari harta karun kerajaan Sriwijaya yang yang dikatakan Ringgu sebelumnya.

Terdengar suara sahutan wanita dari dalam rumah setelah Ringgu memanggil pemiliknya. Tak lama, keluarlah wanita paruh baya, dia adalah Kusnaini yang merupakan istri Qori.

“Baru saja bapak pergi berkarang (mencari emas),” ungkapnya sambil mempersilakan kami masuk ke dalam rumah semi permanen yang berbahan kayu.

“Jangan khawatir, kalau mau lihat barang-barang temuannya ada,” ungkapnya sambil mencabut emas yang membalut jari manisnya.  “Ini salah satunya didapat suami saya dua hari lalu,” ungkapnya sambil menunjukkan cincin emas berlukisan bunga.

Cincin emas yang diduga merupakan benda peninggalan kerajaan Sriwijaya setelah ditemukan oleh warga sekitar. KORANKITO/IST

Cincin emas itu ditaksir memiliki kadar 9,58 gram, lalu setelah kami timbang beratnya mencapai 5,7 ons.

Menurut Kusnaini, cincin emas ini didapat suaminya di Talang Petai, Desa Simpang Tiga Abadi. “Sayang, kalau dijual mas. Karena bentuknya yang indah, dan akan saya simpan saja,” ungkapnya. Bersambung.. Korankito.com/endri/depe.