Pelajar SMP Dicabuli Kenalan Baru

KORANKITO/NET

Palembang- Kasus pencabulan anak dibawah umur terus terjadi. Kali ini pelajar sekolah menengah pertama berinisial CB (13) diduga telah dicabuli oleh kenalan barunya dari jejaring sosial facebook.

Tak terima dengan kejadian, orangtua korban DH (38) mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang untuk melaporkan SP (17) yang diduga telah mencabuli anaknya.

Dihadapan petugas, DH menceritakan kejadianya berawal saat korban pergi dari rumahnya yang berada di kawasan Kelurahan Lawang Kidul, Kecamatan IT II Palembang, Jum’at (1/9) malam.

“Anak saya tidak pulang sudah dua hari. Takut terjadi apa-apa, Minggu (3/9) saya membuat laporan ke sini (Polresta Palembang),” ucap DH saat memberikan keterangan dihadapan petugas.

Tak lama dari membuat laporan itu, korban pun menghubunginya dan minta dijemput di Simpang Palembang Trade Center (PTC) Mall jalan R. Soekamto Kecamatan Ilir Timur (IT) II Palembang.

“Anak saya cerita, kalau sudah diperbuat tidak senonoh oleh dia (terlapor). Saya benar-benar tak terima Pak, anak saya diperlakukan tidak pantas dengan cara ditelanjangi kemudian dicabuli, ” jelasnya.

Sementara itu, korban CB menambahkan ia baru berkenalan dengan terlapor melalui FB. “Baru kenal Pak, belum satu bulan, dan dia mengajak ketemuan kemudian saya pun ketemuan dengan dia,” ujarnya.

Ia mengatakan, terlapor sempat memaksanya untuk melakukan hubungan badan, namun ia menolak. Karena ditolak itulah, SP memaksanya untuk membuka seluruh pakaiannya.

“Selama dua hari itu, saya dilakukan secara tidak senonoh pak. Kemudian, dia mengantarkan saya ke PTC, saya telpon orangtua minta jemput di sana,” tambah korban.

Sementara, Kasat Reskrim Polrest Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui KA SPKT Polresta Palembang Ipda Abdul Wahab membenarkan kalau pihaknya telah menerima laporan dari korban dengan dugaan Perlindungan Anak.

“Laporannya sudah kita terima dan secepatnya akan diproses, dan selanjutnya akan kita serahkan ke Unit Reskrim Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Palembang. Korban juga kita minta untuk melakukan visum untuk melengkapi berkasnya, ” pungkasnya. Korankito.com/Depe.