Pelaku Pembunuhan Diringkus Saat Magang

Tersangka saat diamankan di Polresta Palembang. KORANKITO/DEPE.

Palembang- MA (16), seorang pelajar sekolah menengah kejuruan negeri (SMKN) di Kota Palembang ini diringkus Unit Pidana Umum (Pidum) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Palembang.

Tersangka diringkus saat magang di sebuah pusat perbelanjaan yang berada di kawasan Jalan Angkatan 45, Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang, Rabu (6/9) sekitar pukul 13.00.

MA ditangkap lantaran terlibat aksi pembunuhan terhadap Minggu Baharudin (29), manajer K3 PT Waskita yang ditemukan tewas di Jalan Raden Muhammad, Kelurahan 24 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang, Senin (28/8) kemarin.

“Saya masih bersekolah pak, dan saat ditangkap lagi magang di Carrefour ,” kata yang tinggal di Jalan Candi Welan, Lorong Kebon, Kecamatan IB I Palembang ini saat ditemui di ruang Unit Pidum Satreskrim Polresta Palembang.

Tersangka mengaku perbuatanya berawal saat hendak membeli nasi di rumah makan padang dengan berjalan kaki. Ketika dalam perjalanan, dirinya nyaris ditabrak sepeda motor yang melaju dengan kecepatan tinggi.

“Saya dengan pengendara sepeda motor itu sempat bersitegang pak, tapi mereka langsung kabur menggunakan sepeda motornya,” jelas MA saat memberikan keterangan kepada petugas kepolisian.

Tak lama berselang, melintas korban dengan mengendarai sepeda motornya. MA yang mengira Minggu merupakan teman pengendera motor yang bersitegang dengannya langsung menikam korban.

“Saya mengira dia (korban) teman yang dua orang motor itu, jadi langsung saja saya tikam dia dengan menggunakan pisau karter. Setelah dia terjatuh saya tambahi lagi tikamannya di bagian belakang,” tutur MA.

Setelah korban tak bernyawa, lanjut MA, ia pun meminggirkan tubuh Minggu ke pinggir dan mengambil ponsel lalu kabur meninggalkan korban bersimbah darah.

“Pisau itu saya dapatkan di tempat kejadian pak dan setelah kejadian langsung saya buang ke sungai Musi. Saya menyesal pak, dan tidak mengira kalau korban meninggal dunia,” tambah MA.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara membenarkan pihaknya sudah berhasil mengamankan pelaku.

“Setelah dilakukan penyelidikan, allhamdullillah kita berhasil mengamankan pelaku tunggal dan dia juga sudah mengakui perbuatanya serta menceritakan bagaimana proses awal terjadinya pembunuhan itu,” tuturnya.

Ia menjelaskan, tersangka spontan melakukan pembunuhan terhadap korban lantaran mengira korban merupakan teman dari musuhnya, yang sebelum kejadian sempat bersitegang dengannya.

“Ada beberapa barang milik korban yang dikuasinya dan telah dijual, tersangka akan dikenakan Pasal 351 Ayat 3 KUHP dan Pasal 365 KUHP dengan ancaman kurungan di atas sembilan tahun penjara,” tutup Yon. Korankito.com/depe.